Petani Majalengka Minta Percepatan Penyodetan Bendung Kamun Jelang Musim Tanam

by -84 views
by
Petani Majalengka Minta Percepatan Penyodetan Bendung Kamun Jelang Musim Tanam

Masalah Pengairan di Desa Panyingkiran

Para petani di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, sedang menghadapi tantangan dalam pengelolaan air pertanian. Mereka berharap penyodetan saluran air Bendung Kamun dapat dipercepat seiring dengan dimulainya musim tanam rendeng. Jika penyodetan selesai, sekitar 1.000 hektare sawah di empat desa akan mendapatkan pasokan air secara gratis tanpa perlu menggunakan sewa pompa.

Namun, mereka kini khawatir jika penyodetan terlambat diselesaikan, hal itu akan mengganggu pengairan tanaman padi mereka, terutama jika intensitas hujan tidak merata seperti yang terjadi sekarang ini. Curah hujan yang tidak merata dengan intensitas kecil akan berdampak pada kurangnya pengairan ke sawah petani.

Menurut sejumlah petani, seperti Yahya, Opik, dan Muamar, penyodetan sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga kini belum juga selesai. Mereka khawatir areal sawah tidak bisa teraliri air, karena para petani mengandalkan air dari aliran Bendung Kamun.

“Kalau musim tanam sekarang penyodetan tidak selesai maka sawah akan kekeringan dan petani tidak bisa panen. Sementara petani hidup mengandalkan sawah, tidak ada mata pencarian lain,” ujar Opik, Selasa 2 Desember 2025.

Baca Juga:  Memanas, China Usir Kapal Perang AS dari Laut China Selatan

Dia menyebutkan, ketika belum dilakukan penyodetan, para petani biasa memompa air dari saluran dan mengalirkannya ke sawah.

“Satu sisi, kami gembira ada normalisasi saluran air. Dengan begitu sawah yang teraliri air akan semakin luas karena aliran air akan lebih lancar dan debitnya lebih besar. Namun jika pengerjaan tidak selesai saat musim tanam, kami akan sengsara, tidak bisa mengairi sawah. Mengandalkan curah hujan nyatanya hujan tidak menentu,” kata Yahya.

Proses Penyodetan Saluran Air

Terpisah, Pengelola Bendung Rentang, Dadi Supriyadi, membenarkan bahwa saat ini tengah dilakukan penyodetan saluran air dari Bendung Kamun yang kini dalam tahap penyelesaian. Penyodetan sekaligus membangun pintu air dari aliran Bendung Rentang untuk membantu menambah air dari Bendung Kamun.

Air dari Bendung Kamun ini, katanya, untuk menyuplai air ke areal sawah di empat desa, yaitu Panyingkiran, Jatitujuh, Jatitengah, dan Putridalem, Kecamatan Jatitujuh.

Dadi menyebutkan, pengerjaan pintu air dan penyodetan ditargetkan selesai akhir Desember ini. Ke depan, petani tidak akan mengalami kesulitan air lagi atau harus mengoperasikan pompa air di saat masa tanam, karena suplai air dibantu dari Saluran Induk Cipelang yang dialirkan dari Bendung Rentang.

Baca Juga:  Sate Maranggi Cianjur: Rasa Otentik dengan Ketan Bakar

“Kami rencana menyuplai ke wilayah tersebut dengan luasan areal 1.000 hektare, yang biasanya petani menggunakan jasa pompanisasi dari induk Cipelang. Sekarang bisa leluasa menggunakan air tanpa harus bayar sewa pompa,” katanya.

Tantangan dan Harapan Petani

Petani di daerah ini sangat bergantung pada sistem pengairan yang stabil. Tanpa pasokan air yang cukup, mereka akan menghadapi risiko gagal panen dan kerugian ekonomi. Meskipun proses penyodetan sedang berlangsung, kekhawatiran terhadap kelancaran pengairan tetap menjadi isu utama.

Selain itu, petani juga berharap agar pemerintah atau instansi terkait memberikan dukungan tambahan dalam bentuk pelatihan atau teknologi pengairan yang lebih efisien. Hal ini akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga kesejahteraan para petani.

Peran Saluran Induk Cipelang

Saluran Induk Cipelang memiliki peran penting dalam pengelolaan air pertanian di wilayah ini. Dengan adanya saluran ini, petani dapat memperoleh pasokan air yang lebih stabil dan terjangkau. Namun, selama masa tanam, penggunaan pompa air sering kali menjadi solusi darurat ketika pasokan air dari bendung tidak mencukupi.

Baca Juga:  Cara Membasmi Malware Santri Mabuk dan Video Mabuk Gila di Facebook

Pengembangan saluran air dan penyelesaian penyodetan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pompa air dan meningkatkan efisiensi pengairan. Dengan demikian, petani akan lebih mudah mengelola lahan pertanian mereka tanpa mengorbankan hasil panen.

Kesimpulan

Penyodetan saluran air Bendung Kamun merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pengairan di wilayah ini. Meskipun prosesnya masih berlangsung, harapan besar ditempatkan pada keberhasilan pengerjaan agar petani dapat memanfaatkannya secara optimal. Dengan pasokan air yang lancar, petani akan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan musim tanam dan menjaga kesejahteraan mereka.


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.