Penemuan Mayat di Depan Kamar Mandi Minimarket
Seorang pria berinisial R (59) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di depan kamar mandi sebuah minimarket di wilayah Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu, 28 Desember 2025.
Lokasi dan Identitas Korban
R diketahui merupakan warga dari Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Pria tersebut pertama kali ditemukan tergeletak di depan kamar mandi oleh seorang karyawan minimarket sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, karyawan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Juntinyuat.
Kapolsek Juntinyuat, Iptu Trio Tirtana H, menjelaskan bahwa pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. “Kami langsung mendatangi minimarket tersebut setelah menerima laporan, dan mengamankan TKP,” ujar Trio Tirtana H dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/12/2025).
Kondisi Saat Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi dari karyawan minimarket, R datang sekitar pukul 17.40 WIB dan langsung meminta izin untuk menggunakan kamar mandi. Ia juga menitipkan tasnya kepada karyawan. Setelah menggunakan kamar mandi, korban tiba-tiba mengeluhkan sesak napas.
Karenanya, R duduk di depan kamar mandi dan meminta tolong kepada karyawan untuk mengambilkan balsem yang tersimpan di dalam tas miliknya. “Saat itu, korban sempat mengoleskan sendiri balsem di dadanya, dan meminta izin untuk beristirahat sejenak di areal kamar mandi minimarket,” tambah Trio Tirtana H.
Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, karyawan minimarket menemukan R sudah tergeletak di depan kamar mandi. Hal ini langsung dilaporkan ke Polsek Juntinyuat.
Proses Pemeriksaan dan Hasil
Petugas Polsek Juntinyuat bersama Unit Inafis Polres Indramayu dan petugas kesehatan segera mendatangi lokasi kejadian. Saat itu, R dinyatakan telah meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan lainnya pada jenazah korban.
“Pihak keluarga menyampaikan korban memang memiliki riwayat penyakit sesak nafas, sehingga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah, dan menolak tindakan otopsi,” kata Trio Tirtana H.
Informasi Tambahan
Dari informasi yang diperoleh, korban R memiliki riwayat kesehatan yang cukup serius, termasuk masalah pernapasan. Meskipun demikian, pihak keluarga tetap merasa tenang dengan hasil pemeriksaan awal dan tidak ingin adanya proses otopsi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat, terutama karena lokasi kejadian berada di area publik yang sering dikunjungi banyak orang. Namun, hingga saat ini belum ada indikasi kuat tentang penyebab pasti kematian R.
Kesimpulan
Kasus kematian R masih dalam proses penyelidikan. Meskipun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pihak berwajib tetap memastikan bahwa semua prosedur hukum telah dipenuhi. Dengan adanya riwayat kesehatan korban, pihak keluarga sepenuhnya menerima kejadian ini sebagai musibah.








