Produksi Cabai di Kabupaten Bogor Meningkat, Tapi Masih Ada Ruang untuk Peningkatan
Produksi cabai di Kabupaten Bogor tahun ini mencapai 16.603,85 ton atau meningkat sebesar 19,5 persen dibandingkan produksi tahun 2023. Meskipun angka ini menunjukkan pertumbuhan positif, pemerintah daerah masih berupaya keras untuk meningkatkan penanaman cabai bersama Kelompok Tani (Poktan) Biotani.
Staf Ahli Bidang Administrasi dan Keuangan Kabupaten Bogor, Mustaqim, menyatakan bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan secara optimal. Ia menekankan bahwa masih ada ruang besar untuk ditingkatkan melalui kolaborasi semua pihak.
“Cabai bukan sekadar produk pertanian biasa, melainkan komoditas strategis yang sangat mempengaruhi inflasi, daya beli masyarakat, serta kesejahteraan petani,” ujarnya.
Menurut Mustaqim, melalui sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah. Ia menilai peran petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi komoditas cabai.
Dukungan Sarana dan Prasarana Pertanian
Untuk mendukung peningkatan produksi, berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian disalurkan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani. Mustaqim mengungkapkan bahwa dengan potensi pertanian yang besar, serta didukung kerja sama, semangat gotong royong, dan keberpihakan nyata kepada petani, ia yakin Kabupaten Bogor mampu menjadi daerah yang mandiri pangan dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi, menjelaskan bahwa Gerakan Tanam Cabai merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah melalui peningkatan partisipasi serta kapasitas petani hortikultura.
Target Kawasan Cabai Seluas 280 Hektare
Program ini menargetkan pengembangan kawasan cabai seluas 280 hektare yang tersebar di 23 kecamatan. Dalam rangka pencapaian target tersebut, pemerintah melakukan beberapa langkah seperti:
- Penyaluran alat dan mesin pertanian, pupuk hayati dan organik kepada ratusan kelompok tani.
- Pembangunan dan perbaikan prasarana pertanian seperti irigasi, jalan usaha tani, dan dam parit.
Dengan program ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi cabai secara signifikan, sehingga membantu menjaga stabilitas harga di pasar dan meningkatkan kesejahteraan para petani. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan memastikan ketersediaan cabai yang cukup bagi masyarakat.
Kolaborasi Antara Berbagai Pihak
Mustaqim menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, petani, dan pelaku usaha pertanian. Ia menilai bahwa hanya dengan bekerja sama, potensi pertanian Kabupaten Bogor bisa dimaksimalkan.
“Kami yakin Kabupaten Bogor mampu menjadi daerah yang mandiri pangan dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Dengan adanya kebijakan dan program yang terarah, diharapkan produksi cabai di Kabupaten Bogor tidak hanya meningkat, tetapi juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Hal ini akan berdampak positif pada inflasi, daya beli masyarakat, serta kesejahteraan para petani.







