Puluhan Massa Pecahkan Pintu Kantor PUPR Tasikmalaya, Tuntut Penjelasan Proyek Berlebihan

by -81 views
by
Puluhan Massa Pecahkan Pintu Kantor PUPR Tasikmalaya, Tuntut Penjelasan Proyek Berlebihan

Massa Aksi Jaman Muda Memanas di Depan Kantor Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya

Pada hari Selasa, 2 Desember 2025 sore, suasana di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya memanas. Puluhan massa yang mengatasnamakan Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Muda terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan saat memaksa memasuki gedung tersebut. Aksi ini berlangsung setelah massa menuntut transparansi anggaran proyek Dinas PUPR dari tahun 2023 hingga 2025.

Massa aksi yang diperkirakan sebanyak 30 orang itu menuntut transparansi anggaran proyek Dinas PUPR dari tahun 2023 hingga 2025, yang diduga penuh kejanggalan. Aksi ini terjadi di tengah masifnya sorotan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah. Kericuhan tak terhindarkan ketika massa mencoba menerobos barikade polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tasikmalaya dan meminta untuk bertemu langsung dengan kepala dinas dan kepala bidang.

Dalam orasinya, Jaman menyoroti dugaan praktik curang yang merugikan keuangan daerah. Ketua Jaman Muda Kabupaten Tasikmalaya Fadlan Syahrizal menyatakan kecurigaan serius terhadap sejumlah proyek strategis PUPR. Pasalnya, sejak tahun 2023 sampai 2025, Dinas PUPR selalu mendapatkan catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal kelebihan bayar dalam setiap proyek yang dikerjakannya.

Baca Juga:  Dari Kecemasan ke Solusi, Gilang Ciptakan Inovasi Kesehatan Mental Berbasis AI

”Kami menduga keras ada-nya kerja sama tersembunyi antara pejabat pelaksana kegiatan (PPK) dengan sejumlah kontraktor yang sudah diatur sebelumnya,” ujar Fadlan, di tengah kerumunan massa. Dugaan Jaman semakin tajam setelah menyoroti praktik penunjukan langsung pelaksana proyek bahkan sebelum proses lelang terbuka berjalan. Pihaknya mengaku menemukan indikasi penunjukan langsung untuk pekerjaan yang nilainya di atas Rp 200 juta, yang seharusnya wajib melalui tender terbuka.

”Ini jelas melanggar aturan dan berpotensi merugikan negara,” kata­nya. Hingga sore hari, massa aksi unjuk rasa ini tak kunjung ditemui oleh satu pun pejabat Dinas PUPR. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kepala dinas beserta jajaran kepala bidang sedang menjalankan dinas di luar kota. Hal itu memicu kemarahan massa aksi, karena mereka tidak mendapatkan respons dan merasa diabaikan.

”Jika hari ini tidak ada satu pun pejabat yang berani menemui kami dan memberikan klarifikasi terbuka, kami pastikan akan men-dirikan tenda dan menginap di depan kantor PUPR. Kami akan bertahan sampai terjadi dialog terbuka,” ujarnya. Namun, massa pun akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 17.00 ketika hujan turun cukup deras.

Baca Juga:  Erick Thohir dan Dedi Mulyadi Buka Liga 4 Piala Gubernur Jawa Barat di Garut

Tidak Ada Respons dari Pihak Dinas PUPR

Sementara itu, hingga berita ini ditulis pukul 20.00, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kejanggalan penggunaan anggaran proyek periode 2023-2025 tersebut. Saat ”PR” mencoba menghubunginya lewat telepon, nomor telepon Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya Aam Rahmat Selamet tidak aktif. Begitu pun ketika ”PR” mencoba menghubungi Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya Ela Komala hingga Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi lewat telefon, tetapi tidak ada jawaban.

Massa aksi Jaman Muda berdiri di depan kantor Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya.

Petugas keamanan berusaha menghalangi massa aksi yang ingin memasuki gedung.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.