JABARMEDIA – Musibah rumah ambruk menimpa salah satu warga di Kampung Rahayu, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Minggu (21/12/2025) pagi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut mengakibatkan satu orang penghuni rumah mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang runtuh secara tiba-tiba.
Rumah yang diketahui milik seorang warga bernama Ata tersebut mengalami kerusakan parah. Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, struktur bangunan tak kuasa menahan beban setelah pondasi dasar mengalami pergeseran.
Kronologi dan Penyebab Kejadian
Camat Ciampea, Pardi, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan laporan sementara, ambruknya hunian milik Ata diduga kuat dipicu oleh kondisi tanah yang labil serta konstruksi pondasi yang kurang kokoh. Kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sebelumnya.
“Lokasi di bawah rumah tersebut dulunya merupakan bekas kolam. Disinyalir pondasinya tidak kuat menopang beban bangunan saat terjadi pergerakan tanah. Terutama setelah wilayah tersebut diguyur hujan,” ungkap Pardi saat memberikan keterangan kepada awak media.
Struktur tanah bekas lahan basah atau kolam memang memiliki risiko tinggi jika tidak diperkuat dengan sistem pondasi yang sesuai standar teknis. Pergerakan tanah yang terjadi secara perlahan akhirnya mencapai titik jenuh, yang mengakibatkan bangunan di atasnya kehilangan tumpuan utama dan roboh.
Korban Mengalami Luka-Luka
Akibat kejadian ini, istri Ata yang bernama Kiah (Rukiah) menjadi korban. Saat peristiwa terjadi, Kiah diketahui sedang berada di dalam rumah sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika material atap dan dinding mulai berjatuhan.
Benturan material bangunan menyebabkan Kiah mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Korban atas nama Ibu Kiah mengalami luka ringan. Tadi sempat dilarikan ke Puskesmas Cibungbulang untuk mendapatkan perawatan medis,” tambah Pardi.
Langkah Penanganan dan Evakuasi
Pasca kejadian, sinergi antara Pemerintah Desa Cicadas, Babinsa, serta warga setempat langsung terlihat. Secara gotong royong, masyarakat membantu mengevakuasi sisa-sisa puing bangunan dan mengamankan barang-barang milik korban yang masih bisa diselamatkan dari reruntuhan.
Pihak pemerintah desa juga telah bergerak cepat melakukan proses assessment atau pendataan kerugian materiil serta kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak. Laporan resmi mengenai bencana skala lokal ini telah diteruskan kepada pihak Kecamatan Ciampea serta dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Bogor guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Dikarenakan kondisi rumah ambruk dan tidak layak huni. Untuk sementara waktu saudara Ata beserta keluarganya mengungsi ke rumah kerabat terdekat,” pungkas Pardi.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga lainnya, terutama yang tinggal di lahan dengan kemiringan tertentu atau bekas lahan basah. Untuk selalu waspada terhadap potensi pergerakan tanah, terutama saat memasuki puncak musim penghujan.






