Penanganan Kasus Pencabulan yang Dilakukan Kepala Sekolah
BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya masih menunggu proses hukum terkait kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah dasar negeri (SDN) terhadap lima remaja di Pangandaran. Hal ini disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, H. Iing Farid Khozin, saat ditanya mengenai apakah pelaku akan dipecat atau tidak.
Iing membenarkan bahwa pihaknya menunggu hasil penanganan hukum yang sedang berjalan, khususnya dari pihak Polres Pangandaran yang menangani kasus tersebut. “Terkait apakah oknum Kepala SDN tersebut akan dikenakan sanksi pemecatan, hal itu akan sangat bergantung pada keputusan hukum yang sedang berjalan,” ujar Iing.
Fakta Terkait Kejadian
Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Tasikmalaya, berinisial UR (55), diamankan warga setelah diduga melakukan tindak pencabulan terhadap lima remaja putri di sebuah kamar hotel di kawasan Pantai Pangandaran. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 11 Desember 2025.
Pelaku diketahui sudah menginap selama dua hari di Pangandaran bersama kelima korban yang semuanya berasal dari Kota Tasikmalaya. Para remaja putri ini rata-rata masih berusia 14 tahun dan berstatus di bawah umur.
Kasus ini terungkap ketika pada malam hari pelaku mengajak korban untuk minum-minuman. Namun, saat itu salah satu korban menolak ajakan pelaku untuk berhubungan badan. Karena merasa kecewa, pelaku langsung emosi dan melakukan kekerasan fisik berupa tamparan, pukulan, dan tendangan.
Para korban yang merasa ketakutan menyaksikan peristiwa nahas itu. Kemudian berteriak dan melarikan diri ke luar kamar untuk mencari pertolongan. Beruntung, warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung segera mendatangi dan mengamankan pelaku.
Tak lama kemudian, Personel Reskrim Polres Pangandaran bergerak cepat mendatangi tempat kejadian. Guna mengamankan pelaku dari amukan warga dan membawanya ke fasilitas kesehatan.
Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Saat ini, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib. Pelaku telah diamankan dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, para korban juga sedang diberikan perlindungan dan dukungan psikologis agar dapat pulih dari trauma yang dialami.
BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya akan tetap memantau perkembangan kasus ini dan siap mengambil langkah-langkah sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam hal ini, pihak sekolah juga akan memberikan perhatian khusus kepada para siswa yang terlibat.
Tindakan yang Akan Diambil
Dalam situasi seperti ini, penting bagi institusi pendidikan dan pihak berwenang untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah secara transparan dan adil. Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Pihak sekolah akan terus memastikan bahwa lingkungan belajar tetap aman dan nyaman bagi semua siswa. Selain itu, upaya pencegahan terhadap tindakan tidak pantas seperti ini juga harus terus dilakukan.
Kesimpulan
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama pengelola lembaga pendidikan, untuk lebih waspada terhadap tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan etika. Selain itu, perlindungan terhadap anak-anak yang masih di bawah umur harus menjadi prioritas utama.








