Edukasi dan Inovasi dalam Penanaman Pohon di Lahan Kritis Bekas Tambang
Polres Sumedang melakukan berbagai upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para petani, tentang cara menanam pohon di lahan kritis bekas tambang dengan menggunakan media tanam kompos blok. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari inisiatif untuk memulihkan kesuburan tanah yang telah rusak akibat aktivitas pertambangan.
Penggunaan media tanam kompos blok ini dinilai sangat efektif dalam mengembalikan kesuburan tanah di lahan-lahan kritis. Kompos blok terdiri dari campuran kotoran kambing sebagai pupuk kandang yang kaya akan nutrisi, sehingga cocok untuk menumbuhkan berbagai jenis tanaman, terutama buah-buahan.
Manfaat Kompos Blok dalam Pemulihan Tanah
Di lahan kritis bekas tambang, top soil-nya (tanah pucuk/paling atas) sering kali rendah atau bahkan hilangnya humus. Dengan penggunaan kompos blok, bisa membantu mengembalikan kesuburan tanah melalui peningkatan kembali humus dan unsur hara yang hilang tersebut. Cara membuat kompos blok dinilai mudah dan dapat ditiru oleh para petani, aktivis, serta relawan pecinta lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi pilot project yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Selain itu, penanaman pohon serentak di lahan bekas tambang/lahan kritis tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi harus memiliki efek jangka panjang. Tujuannya adalah untuk melestarikan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Jenis Tanaman yang Ditanam
Jenis tanaman yang ditanam adalah buah-buahan seperti mangga, durian, nangka, dan alpukat. Petani yang menanam pohon hari ini dan memeliharanya akan berhak memanen buahnya. Oleh karena itu, Polres Sumedang bekerja sama dengan para kades dan kelompok tani untuk membuat daftar para petani yang menanam pohon di lahan kritis bekas tambang ini.
Penanaman pohon serentak dilakukan di wilayah hukum Polres Sumedang seluas 60 hektare lebih di wilayah tujuh kecamatan. Ketujuh kecamatan tersebut antara lain Cisitu, Jatinunggal, Cimalaka, Paseh, Ujungjaya, Tomo, dan Surian. Di wilayah ini, banyak lahan kritis bekas tambang yang ditinggalkan oleh pengusaha pertambangan.
Upaya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Dengan suburkan lagi lahannya dan segera ditanami pohon buah-buahan, diharapkan masyarakat petani bisa menikmati hasilnya. Bibit pohon yang ditanam mencapai 35.000 pohon, dan estimasi panen diperkirakan dua sampai tiga tahun ke depan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan memberikan dampak positif pada lingkungan.
Kesimpulan
Kegiatan penanaman pohon di lahan kritis bekas tambang ini menunjukkan komitmen Polres Sumedang dalam menjaga lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Dengan penggunaan kompos blok dan penanaman pohon buah-buahan, diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain. Selain itu, kerja sama dengan para kades dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ini.








