Kecelakaan di SMAN 1 Susukan, Cirebon
Pada Rabu (21/1/2026) petang, atap aula luar ruangan SMAN 1 Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami ambruk. Peristiwa ini terjadi setelah hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut sejak siang hari.
Dalam kejadian ini, satu siswi sempat terjebak reruntuhan bangunan saat berusaha melarikan diri. Korban berhasil dievakuasi dan selamat, sementara seorang guru yang menolong siswi tersebut meninggal dunia, diduga akibat serangan jantung.
Struktur Atap yang Tidak Kuat
Pantauan di lokasi kejadian, atap aula yang berada di pusat kegiatan sekolah itu terbuat dari baja ringan dengan ketinggian sekitar 15 meter. Struktur atap menekuk lalu ambruk dan menutupi halaman lapangan serbaguna seluas sekitar 18 x 21 meter. Sejumlah fondasi berbahan tiang besi ikut terangkat sehingga tidak mampu menahan beban atap.
Keterangan Kepala Sekolah
Kepala SMAN 1 Susukan, Ukendi Andriana, menyampaikan bahwa saat kejadian, terdapat tiga siswi yang melintas di area tersebut setelah selesai mengikuti kegiatan belajar. Dua siswi berhasil menghindar, sedangkan satu siswi lainnya terjebak di tengah reruntuhan.
Beruntung, rangka baja atap tidak mengenai tubuh korban bernama Yesi, siswi kelas XE. Pihak sekolah segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Mitra Plumbon untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kegiatan belajar-mengajar sudah selesai semua, dan hanya tersisa tiga orang pelajar, dua orang berhasil menghindar, satu pelajar yang kebetulan berada di lokasi, masih di bawah aula, sehingga terjebak di dalam, beruntung tidak terkena dan tidak mengalami luka,” kata Ukendi saat ditemui di lokasi, pada Kamis (22/1/2026) siang.
Guru Meninggal Dunia
Namun, Ukendi dan guru-guru di lokasi berduka. Danal Alam, guru bahasa Inggris yang membantu proses evakuasi, tiba-tiba jatuh pingsan di depan ruang guru. Pihak sekolah langsung membawanya ke rumah sakit, dan Danal dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal diduga akibat serangan jantung.
Kegiatan belajar mengajar bagi 1.061 siswa diliburkan sementara. Sebanyak 31 ruang kelas tidak digunakan untuk mendukung penanganan pascakejadian.
Keterangan Polisi
Kapolsek Susukan, Iptu Kelani, menerangkan, peristiwa ini sempat viral di media sosial dengan narasi yang menyebutkan guru meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan atap. Informasi tersebut kemudian diluruskan oleh pihak kepolisian dan sekolah, yang menegaskan bahwa korban meninggal karena serangan jantung setelah menolong siswi.
“Kami akan luruskan informasi yang beredar di media sosial, bahwa guru meninggal dunia karena terkena reruntuhan adalah tidak benar. Guru tersebut justru yang menolong siswi tersebut. Dia meninggal dunia setelah menolong siswi, pingsan, dan dibawa ke rumah sakit yang diduga terkena serangan jantung,” kata Kelani saat ditemui di Polsek Susukan pada Kamis (22/1/2026) siang.
Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi. Pihaknya juga masih menggaris polisi TKP untuk proses penanganan lebih lanjut.








