Badan Informasi Geospasial Tegaskan Nama Thailand Bukan Tailan

by -1 views
by
Badan Informasi Geospasial Tegaskan Nama Thailand Bukan Tailan

Penjelasan BIG Mengenai Perubahan Nama Negara dalam Peta NKRI

Badan Informasi Geospasial (BIG) memberikan penjelasan mengenai perubahan nama negara Thailand menjadi Tailan dalam peta terbaru Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dirilis pada 10 Desember 2025. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat, khususnya terkait penggunaan nama Tailan.

Menurut juru bicara BIG, Mone Iye Cornelia Marschiavelli, dalam peta NKRI tersebut, BIG menggunakan penamaan negara yang merujuk pada dokumen eksonim hasil penyusunan bersama. Proses penyusunan tersebut dilakukan melalui kajian dan pembahasan komisi pembakuan eksonim yang merupakan tim lintas lembaga dan dibentuk khusus untuk menangani standardisasi nama rupa bumi asing.

Tugas dan Fungsi BIG sebagai National Name Authority

Sebagai National Name Authority (NNA) Indonesia, BIG memiliki tugas dan fungsi terkait pembakuan eksonim nama negara. Proses penyusunan ini di koordinasikan oleh Badan Bahasa dan melibatkan BIG, pakar linguistik, serta Kementerian Luar Negeri. Hasil sidang komisi pada Desember 2025 itu disebutnya merupakan kesepakatan teknis yang disusun berdasarkan kaidah kebahasaan bahasa Indonesia, praktik penggunaan yang berkembang, serta prinsip standardisasi nama geografis nasional dan internasional.

Baca Juga:  8 Pasang Calon Wali Kota dan Wakilnya Ditetapkan

Dokumen hasil penyusunan tersebut kemudian menjadi rujukan dalam penyusunan peta NKRI dan produk informasi geospasial yang dihasilkan BIG guna menjamin konsistensi penamaan.

Kontribusi Indonesia dalam Standardisasi Nama Geografis Global

Sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam standardisasi penamaan geografis global, dokumen eksonim ini telah diserahkan BIG pada pertemuan kelompok pakar di Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang nama-nama geografis atau United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York yang berlangsung pada 28 April – 2 Mei 2025. Dalam dokumen itu disebutkan tujuan utama pembaruan adalah untuk memastikan bahwa representasi nama negara di seluruh dunia mematuhi akurasi dan konsistensi linguistik.

Inisiatif ini sangat penting untuk standarisasi referensi nama negara dalam berbagai konteks resmi, seperti korespondensi kenegaraan, catatan pemerintah, dan laporan. Selain itu, referensi nama negara yang distandarisasi digunakan dalam materi pendidikan, termasuk buku teks dan berita, media sosial, dan media massa.

Proses Penyusunan Dokumen Eksonim

Sebelumnya, Mone menuturkan, pada Desember 2024, BIG sebagai otoritas nama nasional Indonesia berkoordinasi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nasional (BPPB), Kementerian Luar Negeri, dan keahlian dari Fakultas Ilmu Humaniora, Universitas Indonesia mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan dokumen eksonim yang diperbarui, khususnya untuk nama-nama negara. Pertemuan-pertemuan ini berfokus pada memastikan bahwa pengucapan dan ejaan sesuai dengan ortografi dan fonologi bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Rekrut Pengojek Pangkalan, Blu Jek Siap Jadi Pesaing Gojek

Daftar Nama Negara dalam Dokumen Eksonim

Dalam daftar dokumen perubahan itu terdapat 194 nama negara yang terbagi menjadi empat bagian yaitu nama singkat negara dan nama formalnya dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Misalnya Islamic Republic of Afghanistan (the) dengan nama singkat Afghanistan, dalam bahasa Indonesia menjadi Afganistan dengan nama resmi Republik Islam Afganistan. Kemudian Thailand dengan nama formal Kingdom of Thailand (the), dalam bahasa Indonesia menjadi Tailan dengan nama resmi Kerajaan Tailan.

Beberapa nama singkat negara dalam bahasa Indonesia antara lain:

  • Aljazair (Algeria)
  • Banglades (Bangladesh)
  • Belgia (Belgium)
  • Brasil (Brazil)
  • Tanjung Hijau (Cabo Verde)
  • Cili (Chile)
  • Pantai Gading (Côte d’Ivoire)
  • Etiopia (Ethiopia)
  • Siera Leoni (Sierra Leone)
  • Uruguai (Uruguay)

Perubahan ini dilakukan untuk memastikan bahwa penamaan negara dalam peta dan informasi geospasial yang dihasilkan BIG tetap konsisten dan sesuai dengan standar internasional.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.