Banjir di Jalan Jenderal Sudirman Bekasi Selatan Ganggu Kehidupan Warga
Banjir yang mencapai ketinggian 30 hingga 40 sentimeter menggenangi Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (22/1/2026). Kejadian ini menyebabkan kemacetan panjang hingga sekitar satu kilometer ke arah Jakarta dan membuat sejumlah pengendara terlambat beraktivitas.
Pantauan jurnalis di lokasi sekira pukul 09.32 WIB menunjukkan bahwa kemacetan mengarah ke Jakarta disebabkan oleh banjir dengan ketinggian berkisar antara 30-40 cm. Banjir tersebut melanda Jalan mulai dari depan Pom Bensin Vivo hingga Mie Gacoan. Kendaraan yang melintas di lokasi banjir, baik itu truk, sepeda motor, dan mobil, nampak memperlambat laju perjalanan.
Selain itu, kendaraan yang melintas juga memilih lajur bagian kanan untuk menghindari ketinggian banjir yang lebih tinggi, mengingat kontur jalan yang tidak merata. Akibatnya, mereka kemudian memilih bergantian untuk melintas.
Seorang pengendara sepeda motor yang melintas, Raiza Septian (33), mengatakan bahwa untuk dapat melintasi Jenderal Sudirman, ia perlu menghabiskan waktu lebih kurang 15 menit lebih lama dibandingkan dengan kondisi tidak banjir. Hasilnya, pria yang melintas untuk bekerja di Cakung, Jakarta Timur itu mengaku terlambat bekerja.
“Ya terlambat kerja, tapi gak apa-apa tadi sudah saya info ke kantor izin terlambat karena macet,” kata Raiza kepada jurnalis di lokasi, Kamis (22/1/2026).
Raiza menjelaskan bahwa kondisi banjir hingga membuat macet di lokasi itu rupanya tidak hanya baru pertama terjadi. Berdasarkan pengalamannya, banjir di lokasi itu sudah terjadi lebih dari dua kali. “Saya beberapa kali pernah lewat sini kondisi sama seperti ini udah terjadi tidak hanya satu kali, bisa tiga kali kali ya, saya lewat sini tidak sering, ini karena anter barang ke saudara dulu, tapi kondisi banjir terus macet tidak cuma satu kali kok,” jelasnya.
Kedepannya, Raiza berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi atau pihak relevan dapat segera mencari solusi terbaik penanganan banjir di lokasi tersebut. Karena akibat banjir itu berdampak kerugian terhadap khalayak luas. “Harapannya segera dicarikan solusi aja, harus cepat,” harapnya.
Selain Raiza, seorang pengendara mobil, Ferry (44), mengatakan bahwa untuk melintasi Jalan Jenderal Sudirman saat ini, ia menghabiskan waktu lebih kurang 17-20 menit lebih lama dibandingkan kondisi normal. “Kalau motor mungkin bisa selap selip, kalau mobil kan tidak bisa, jadinya pelan-pelan aja jalan,” kata Ferry kepada jurnalis di lokasi, Kamis (22/1/2026).
Sehingga pengendara yang melintas dengan tujuan ke Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria itu menjelaskan bahwa Pemkot Bekasi atau pihak relevan kedepannya perlu segera mengatasi persoalan banjir ini. Karena dampak banjir tersebut tentu dapat merugikan khalayak luas, terlebih Jalan tersebut adalah akses utama kendaraan melintas. “Yaa pokoknya segera diselesaikan cari solusi, untung aja saya lagi santai aja tidak mengejar waktu, kasihan kalau orang yang melintas buru-buru juga kan,” tutupnya.








