BEKASI, SudutBogor–
Banjir masih melanda Kabupaten Bekasi hingga Selasa (20/1/2026), dengan sebanyak 17.563 kepala keluarga (KK) terdampak dan 1.336 warga terpaksa mengungsi di 12 titik pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa tinggi genangan air bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter di berbagai titik yang terkena dampak banjir.
“Sebanyak 1.336 warga terpaksa mengungsi di 12 titik pengungsian yang tersebar,” ujar Dodi saat dikonfirmasi.
BPBD mencatat bahwa banjir masih merendam 33 desa di 15 kecamatan, dengan wilayah pesisir utara seperti Kecamatan Muara Gembong dan Babelan menjadi salah satu yang terdampak cukup luas.
“Untuk ketinggiannya bervariasi. Mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter di titik terparah,” kata Dodi.
Di Muara Gembong, Desa Pantai Harapan Jaya terendam dengan ketinggian air 10–50 sentimeter, sementara Desa Suka Mekar mencapai 50–100 sentimeter.
Di Babelan, genangan melanda Desa Pusaka Rakyat, Samudra Jaya, Buni Bakti, Muara Bakti, Hurip Jaya, dan Kedungjaya dengan ketinggian air 10–100 sentimeter.
Banjir juga merendam Kecamatan Tambun Utara dan Tambun Selatan. Di Tambun Utara, Desa Srimukti, Srimahi, dan Srijaya terendam hingga 100 sentimeter, sementara di Tambun Selatan, Desa Wanasari, Muktiwari, dan Sarimukti terdampak dengan ketinggian 15–60 sentimeter.
“Wilayah timur Kabupaten Bekasi seperti Kecamatan Pebayuran, Sukakarya, Sukatani, dan Karang Bahagia juga terdampak,” kata dia.
Di Pebayuran, genangan tercatat hingga 100 sentimeter di Desa Sumberreja, Sumbersari, Sukanegara, Sukamulya, dan Sukadarma. Sedangkan di Karang Bahagia, air merendam Kelurahan Karang Bahagia dan Desa Suka Raya.
Selain permukiman, banjir berdampak signifikan pada sektor pertanian.
“Sejauh ini luas lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 267.063,75 hektare. Ini tersebar di beberapa wilayah,” kata Dodi.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait telah melakukan langkah penanganan darurat, termasuk pendataan kebencanaan, evakuasi warga, pendirian dapur umum, serta distribusi bantuan logistik.
“Kami juga melakukan koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan banjir serta meminimalkan dampak lanjutan,” ujar Dodi.
Menurut Dodi, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan serta sistem drainase yang belum mampu menampung debit air. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami menghimbau kepada warga agar selalu waspada curah hujan tinggi yang berangsur lama,” katanya.
Daftar Wilayah Terdampak Banjir
- Kecamatan Muara Gembong
- Desa Pantai Harapan Jaya: 10–50 cm
-
Desa Suka Mekar: 50–100 cm
-
Kecamatan Babelan
- Desa Pusaka Rakyat: 10–100 cm
- Desa Samudra Jaya: 10–100 cm
- Desa Buni Bakti: 10–100 cm
- Desa Muara Bakti: 10–100 cm
- Desa Hurip Jaya: 10–100 cm
-
Desa Kedungjaya: 10–100 cm
-
Kecamatan Tambun Utara
- Desa Srimukti: 100 cm
- Desa Srimahi: 100 cm
-
Desa Srijaya: 100 cm
-
Kecamatan Tambun Selatan
- Desa Wanasari: 15–60 cm
- Desa Muktiwari: 15–60 cm
-
Desa Sarimukti: 15–60 cm
-
Kecamatan Pebayuran
- Desa Sumberreja: 100 cm
- Desa Sumbersari: 100 cm
- Desa Sukanegara: 100 cm
- Desa Sukamulya: 100 cm
-
Desa Sukadarma: 100 cm
-
Kecamatan Karang Bahagia
- Kelurahan Karang Bahagia: terendam
- Desa Suka Raya: terendam
Upaya Penanganan Darurat
- Pendataan kebencanaan dilakukan untuk memetakan wilayah yang terdampak.
- Evakuasi warga dilakukan secara bertahap untuk memastikan keselamatan.
- Dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.
- Distribusi bantuan logistik seperti makanan, air minum, dan perlengkapan kebutuhan dasar dilakukan secara merata.
- Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat proses penanganan banjir.
Dodi Supriadi juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman banjir. Ia menyarankan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan menghindari daerah rawan banjir.







