Bekasi Normalisasi Kali CBL Atasi Banjir Tahunan

by -11 views
by
Bekasi Normalisasi Kali CBL Atasi Banjir Tahunan

Pemkab Bekasi Berupaya Normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) sebagai solusi jangka panjang terhadap banjir yang sering terjadi di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara. Menurutnya, banjir di wilayah tersebut bukanlah kejadian baru, melainkan kondisi yang berulang karena fungsi Kali CBL belum optimal sebagai saluran utama.

Asep menjelaskan bahwa selama proses normalisasi belum sepenuhnya dilakukan, risiko banjir akan tetap terjadi. Ia menyampaikan bahwa hal ini tidak hanya terjadi di Desa Srimukti, tetapi juga di wilayah Wanasari dan area lain yang berhulu dari Kali CBL. “Jika Kali CBL tidak dinormalisasi, maka banjir akan terus terjadi,” ujarnya saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam peninjauan masyarakat terdampak banjir di Desa Srimukti pada Senin, 19 Januari 2026.

Selain itu, Asep menegaskan bahwa Wakil Presiden Gibran telah menerima langsung usulan normalisasi Kali CBL sebagai kebutuhan mendesak bagi masyarakat Bekasi. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang melakukan identifikasi ruas sungai mana saja yang perlu dinormalisasi serta segmen-segmen prioritas untuk penanganan.

Baca Juga:  Kota Bogor Miliki Teknologi Peta Rute Angkot

Solusi Alternatif Teknis

Selain normalisasi, Asep juga berencana membuat sodetan sebagai alternatif teknis untuk mengurai aliran air dari sungai-sungai kecil yang bermuara ke Kali CBL. Ia menjelaskan bahwa Kali CBL memiliki kapasitas yang besar, sementara sungai-sungai kecil cenderung “ngantre” atau terlalu sempit untuk menampung aliran air. “Salah satu opsi ke depan adalah sodetan, namun kita akan kaji secara teknis bersama dinas terkait terlebih dahulu,” ujar Asep.

Dalam waktu dekat, Plt Bupati Bekasi akan menggelar pertemuan lanjutan dengan sejumlah dinas teknis dan camat setempat untuk memetakan kendala di lapangan. Hal ini mencakup permasalahan lahan, anggaran, dan perencanaan. Selain fokus pada Kali CBL, Asep juga menyebutkan kelanjutan proyek pemancangan sheet pile (turap) di Kali Gabus.

Kendala Anggaran Proyek Turap

Asep menjelaskan bahwa proyek tersebut belum dapat dieksekusi karena terkendala anggaran. “Satu sisi sudah terpancang, sisi lainnya harus dilanjutkan. Perencanaannya masih ada, tapi anggarannya belum tersedia. Ini akan kita perjuangkan untuk dilanjutkan,” kata dia.

Baca Juga:  500 Anak Bakal Ramaikan Hari Anak Nasional di Taman Lalu Lintas

Penanganan Darurat untuk Warga Terdampak

Di sela peninjauan, Asep memastikan bahwa penanganan darurat bagi warga terdampak banjir terus dilakukan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan kepolisian dalam menyalurkan bantuan seperti air bersih, mie instan, beras, selimut, serta menyiapkan makanan siap saji. Perahu juga disiagakan mengingat ketinggian air di beberapa titik masih cukup dalam.

Berdasarkan data sementara, sekitar 200 warga di Desa Srimukti terdampak banjir. Secara keseluruhan, banjir di Kabupaten Bekasi telah melanda 16 kecamatan dengan total 54 titik genangan. “Bantuan darurat tetap kita berikan, tapi yang paling penting adalah solusi permanen. Itu yang sedang dan akan terus kita dorong,” tegas Asep.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.