BRT Trans Cirebon Berhenti, Pemkot Tak Mampu Tanggung Subsidi, Pj Sekda Minta Maaf

by -57 views
by
BRT Trans Cirebon Berhenti, Pemkot Tak Mampu Tanggung Subsidi, Pj Sekda Minta Maaf

Penghentian Sementara BRT Trans Cirebon, Tantangan Anggaran dan Kebutuhan Masyarakat

Sejumlah koridor Kota Cirebon yang biasanya ramai dengan suara mesin bus kini terasa sunyi. Halte-halte yang selama ini menjadi titik temu bagi pekerja, pelajar, hingga warga berpenghasilan menengah ke bawah kini tampak lebih sepi. Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon, yang dulu menjadi andalan transportasi massal warga, kini tidak lagi beroperasi sejak 1 Januari 2026.

Pemerintah Kota Cirebon akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai alasan penghentian sementara layanan BRT tersebut. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumantho, menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah besarnya subsidi operasional yang tidak dapat ditanggung oleh APBD 2026 yang terbatas.

“Ya, alasan utama pemberhentian sementara BRT Trans Cirebon ini adalah karena subsidi yang terlalu besar, sehingga APBD 2026 yang sangat terbatas tidak cukup untuk memberikan subsidi,” ujar Sumantho.

Ia mengakui bahwa di tengah berbagai keterbatasan anggaran daerah, pemerintah harus mengambil keputusan berat meski menyadari masih banyak warga yang bergantung pada layanan BRT. “Betul, memang di APBD 2026 dengan berbagai keterbatasan fiskal yang kita miliki, saya memohonkan maaf kepada masyarakat yang masih setia menggunakan BRT,” katanya.

Baca Juga:  Pasumpahan, Pulau Terindah di Sumatera Barat

Sumantho menegaskan bahwa pengelolaan BRT Trans Cirebon selama ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Besarnya subsidi menjadi beban yang belum mampu ditopang oleh kemampuan keuangan daerah saat ini.

“Karena memang pengelolaan BRT itu tidak sedikit yang kita berikan subsidinya. Kita besar, sehingga dengan pengelolaan subsidi yang besar, kita belum mampu fiskalnya ke arah sana, kita hentikan dulu,” jelas dia.

Meskipun dihentikan sementara, Pemkot Cirebon memastikan langkah ini bukan akhir dari layanan transportasi massal tersebut. Pemerintah berencana melakukan kajian menyeluruh untuk menentukan arah kebijakan BRT Trans Cirebon ke depan.

“Ke depannya, untuk mengetahui berapa jumlah subsidi yang akan diberikan oleh Pemerintah Kota Cirebon untuk BRT Trans Cirebon ini, semua akan dikaji dalam waktu dekat,” kata Sumantho.

Ada sejumlah poin penting yang akan menjadi fokus kajian Pemkot Cirebon:

  • Pertama, wilayah mana saja yang benar-benar masih membutuhkan layanan BRT atau transportasi publik milik pemerintah daerah.
  • Kedua, pemerintah akan mengkaji rute yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.
  • Ketiga, jumlah penumpang BRT dengan rute yang saat ini tersedia juga menjadi perhatian.
  • Terakhir, pemerintah akan memperhitungkan jumlah pengembang serta besaran subsidi yang nantinya harus dikeluarkan oleh Pemkot Cirebon.
Baca Juga:  Kafe 24 Jam di Bogor, Tempat Nongkrong Hingga Pagi

Sebelumnya, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi menghentikan operasionalnya sementara waktu mulai 1 Januari 2026. Penghentian ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan, saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1/2026).

“Ya benar, operasional BRT Trans Cirebon kami hentikan sementara,” ujar Andi.

Ia menjelaskan, berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026, kondisi keuangan daerah belum memungkinkan untuk menopang operasional BRT secara optimal.

“Berdasarkan DPA tahun 2026, kondisi keuangan daerah belum memungkinkan. Karena itu, operasional BRT Trans Cirebon harus ditunda sementara mulai 1 Januari 2026,” ucapnya.

Menurut Andi, selama ini operasional BRT Trans Cirebon membutuhkan subsidi sekitar Rp 1,5 miliar per tahun. Pengelolaannya berada di bawah PD Pembangunan, namun keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus mengambil keputusan berat.

Meski demikian, Andi menegaskan penghentian ini bukan akhir perjalanan BRT Trans Cirebon.

“Harapan kami, BRT tetap bisa menjadi moda transportasi massal andalan masyarakat, tetapi dengan pola lain yang lebih sesuai dengan kemampuan anggaran dan tidak membebani keuangan daerah,” katanya.

Baca Juga:  Tips Jalan-Jalan Selama Bulan Puasa

Informasi penghentian operasional BRT Trans Cirebon juga diumumkan secara resmi melalui akun Instagram @brttranscirebon, yang menyebutkan 31 Desember 2025 sebagai hari terakhir operasional. Pengumuman tersebut menuai beragam respons warganet. Banyak warga menyayangkan berhentinya layanan transportasi massal yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas, terutama bagi pekerja, pelajar, hingga masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Di awal tahun yang seharusnya menjadi lembaran baru, roda BRT Trans Cirebon justru harus berhenti sejenak, bukan karena tak dibutuhkan, melainkan karena menunggu waktu dan kebijakan agar kelak bisa kembali melaju.


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.