Filateli di Purwakarta: Hobi yang Tetap Menginspirasi Meski Zaman Berubah
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, hobi filateli masih tetap diminati oleh banyak orang. Di Kabupaten Purwakarta, kecintaan terhadap perangko dan benda-benda terkait surat-menyurat manual tidak berkurang meskipun penggunaan pos kini semakin jarang. Bahkan, koleksi-koleksi ini memiliki nilai sejarah yang tinggi serta potensi sebagai investasi.
Bambang Reka Mulyana (54), Ketua Perkumpulan Filatelis Indonesia, Kabupaten Purwakarta, menjelaskan bahwa semakin langka dan bersejarah suatu perangko, maka nilainya akan semakin tinggi. “Untuk satu lembarnya bisa dihargai hingga jutaan rupiah,” ujarnya.
Menurut Bambang, banyak warga Purwakarta yang masih memiliki minat terhadap hobi ini. Minat mereka tidak berkurang meskipun komunikasi saat ini lebih dominan menggunakan teknologi seperti komputer dan ponsel. Para filatelis sering berkumpul untuk menggelar acara rutin, mulai dari pameran hingga lomba filateli di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Dalam acara yang digelar di Sekretariat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Purwakarta, Bambang menunjukkan beberapa koleksi perangko miliknya. Ia menjelaskan bahwa filateli bukan hanya sekadar mengumpulkan perangko, tetapi juga mempelajari sejarah dan informasi yang terkandung di dalamnya.
Keunikan dan Nilai Sejarah dalam Setiap Perangko
Setiap perangko memiliki gambar yang menjadi ikon pada masa pencetakannya. Gambar tersebut bisa berupa presiden yang sedang memimpin, tokoh pahlawan nasional, budaya yang sedang berkembang, atau flora-fauna khas dari suatu daerah. Dengan melihat gambar tersebut, kita bisa belajar tentang kondisi sosial, politik, dan budaya pada masa itu.
Beberapa perangko dicetak khusus untuk mempromosikan dan mendokumentasikan suatu acara, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) atau Peringatan Hari Kemerdekaan. Informasi mengenai perangko tersebut biasanya tercantum dalam Sampul Hari Pertama (SHP). Dari penjelasan di SHP, kita dapat memperluas pengetahuan kita tentang gambar dan makna di balik perangko tersebut.
- Dalam setiap perangko terdapat cerita dan informasi yang mungkin tidak terlihat secara langsung.
- Gambar pada perangko sering kali mencerminkan kondisi sosial dan politik pada masa pencetakannya.
- SHP memberikan informasi tambahan yang berguna untuk memahami konteks perangko tersebut.
Peran Filateli dalam Melestarikan Budaya dan Sejarah
Filateli juga menjadi cara untuk melestarikan budaya dan sejarah. Dengan mengumpulkan perangko, para filatelis tidak hanya memperkaya koleksi pribadi, tetapi juga ikut menjaga warisan sejarah bangsa. Bambang menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan yang terkandung dalam perangko sangat berharga, terutama bagi generasi muda yang ingin memahami perjalanan sejarah Indonesia.
Selain itu, filateli juga bisa menjadi sarana untuk membangun komunitas. Para penggemar perangko sering kali bertemu, berdiskusi, dan saling berbagi pengetahuan. Acara seperti pameran dan lomba filateli menjadi ajang untuk memperkenalkan hobi ini kepada masyarakat luas.
Dalam kegiatan tersebut, Bambang menunjukkan beberapa contoh perangko yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun. Perangko-perangko ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki makna historis yang penting.
Kesimpulan
Meski zaman telah berubah, hobi filateli tetap eksis dan memiliki daya tarik tersendiri. Di Purwakarta, para filatelis masih aktif dalam mengumpulkan dan mempelajari perangko. Mereka percaya bahwa setiap perangko adalah cerminan sejarah dan budaya yang perlu dilestarikan. Dengan demikian, filateli tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap warisan sejarah bangsa.







