JAKARTA, JabarMedia
– Hujan deras yang terjadi sejak pagi hari menyebabkan banjir di beberapa titik di Jakarta. Salah satu lokasi yang terdampak adalah Jalan Raya Bogor dekat lampu merah Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur. Kondisi ini memengaruhi arus lalu lintas, khususnya di jalur lambat atau sisi kiri jalan.
Pantauan menunjukkan bahwa genangan air mencapai ketinggian 10 hingga 20 sentimeter. Hal ini membuat para pengendara memilih untuk berjalan di jalur kanan dan melaju perlahan. Akibatnya, terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang.
Beberapa petugas dari pasukan oranye dan biru tampak berusaha membuka saluran air di wilayah tersebut. Setelah melewati genangan, kondisi lalu lintas kembali lancar dan pengendara bisa melaju dengan lebih cepat.
Tidak ada laporan kendaraan mogok akibat banjir di area tersebut. Sebagian pengemudi memilih jalur kiri yang lebih rendah sebagai alternatif untuk menghindari genangan.
Salah satu pengendara, Abdul, menceritakan pengalamannya saat melintasi kawasan tersebut.
“Iya dari Pusdikkes pelan, tidak menyangka ada truk atau kecelakaan, ternyata ini genangan, jadi ya pelan-pelan saja,” ujar Abdul.
Menurut Abdul, genangan air disebabkan oleh hujan deras yang terus-menerus sejak pagi hari. Ia juga mengungkapkan bahwa genangan tersebut kemungkinan akan surut dalam waktu dekat.
“Itu karena hujan deras saja paling, sebentar lagi juga akan surut karena jarang-jarang terjadi, karena tadi saya lihat kali agak naik,” tambahnya.
Penyebab Banjir di Wilayah Jakarta
Beberapa faktor dapat menyebabkan banjir di daerah seperti Jakarta. Berikut beberapa penyebab umum:
- Curah hujan tinggi: Hujan deras yang terjadi dalam waktu singkat dapat menyebabkan genangan air yang sulit dikendalikan.
- Sistem drainase tidak optimal: Beberapa area di Jakarta masih memiliki sistem drainase yang tidak efisien, sehingga air tidak dapat terbuang secara cepat.
- Keterbatasan lahan hijau: Pengurangan lahan hijau dan penggunaan lahan yang tidak tepat dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air.
- Tingginya kepadatan penduduk: Daerah padat penduduk sering kali mengalami masalah aliran air yang terhambat.
Upaya Mengatasi Banjir
Untuk mengurangi risiko banjir, pemerintah dan masyarakat setempat melakukan berbagai upaya, antara lain:
- Pembersihan saluran air: Petugas rutin membersihkan saluran air agar air dapat mengalir dengan lancar.
- Peningkatan infrastruktur: Pembangunan saluran air yang lebih baik dan peningkatan kapasitas saluran drainase.
- Edukasi masyarakat: Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara menghadapi banjir dan langkah-langkah pencegahan.
- Pengelolaan limbah: Memastikan bahwa limbah tidak terbuang ke saluran air yang dapat menyumbat aliran air.
Tips untuk Menghadapi Banjir
Bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
- Menghindari jalan yang tergenang: Jika memungkinkan, cari jalur alternatif yang tidak terkena genangan air.
- Memperhatikan kondisi kendaraan: Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan siap menghadapi kondisi jalan yang tidak stabil.
- Membawa perlengkapan darurat: Siapkan perlengkapan seperti senter, selimut, dan makanan ringan jika terjadi keadaan darurat.
- Mengikuti informasi cuaca: Selalu pantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari instansi terkait.
Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana alam seperti banjir.








