Peningkatan Produksi Hortikultura di Kabupaten Kuningan
Produksi sejumlah komoditas hortikultura di Kabupaten Kuningan mengalami peningkatan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat dapat terjaga dengan baik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menyampaikan bahwa sektor hortikultura menunjukkan perkembangan positif dan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, bahkan saat permintaan meningkat pada momen tertentu.
Komoditas yang Mengalami Peningkatan Produksi
Beberapa komoditas hortikultura mencatat peningkatan produksi yang signifikan. Untuk cabai rawit, produksi pada 2025 mencapai 995 ton, naik dari 928 ton pada 2024. Sementara itu, cabai keriting meningkat dari 140 ton menjadi 227 ton. Tomat juga mengalami lonjakan produksi, dari 518 ton pada 2024 menjadi 795 ton pada 2025.
Selain itu, produksi kentang meningkat dari 116 ton menjadi 338 ton. Kubis juga mengalami kenaikan dari 1.527 ton menjadi 2.043 ton. Wortel meningkat dari 207 ton menjadi 285 ton. Komoditas lain seperti kembang kol dan sawi juga mengalami peningkatan. Kembang kol meningkat dari 73 ton menjadi 90 ton, sedangkan sawi meningkat dari 2.312 ton menjadi 2.503 ton.
Peningkatan Luas Lahan Tanam
Peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas lahan tanam untuk beberapa komoditas strategis. Luas tanam cabai rawit meningkat dari 109 hektare menjadi 163 hektare. Cabai keriting juga mengalami peningkatan luas tanam dari 32 hektare menjadi 43 hektare. Untuk tomat, luas tanam naik dari 48 hektare menjadi 64 hektare.
Wortel dan sawi juga mengalami peningkatan luas tanam. Wortel meningkat dari 11 hektare menjadi 15 hektare, sedangkan sawi meningkat dari 139 hektare menjadi 148 hektare.
Peran Program Ketahanan Pangan
Menurut Wahyu, capaian ini tidak lepas dari penguatan program ketahanan pangan yang dijalankan oleh pemerintah daerah. Salah satu program yang berkontribusi adalah Program Tanam di Halaman Mitra Sinergi Jaga Inflasi (Taman Masagi). Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Dengan peningkatan produksi dan luas lahan tanam yang signifikan, Kabupaten Kuningan semakin memperkuat posisi sebagai salah satu sentra hortikultura yang andal. Hal ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan menjaga stabilitas harga di pasar lokal.








