JABARMEDIA – Tidak terasa bahwa disadari ataupun tidak, perjalanan hidup serasa semakin cepat. Tiba-tiba saja kita bertambah tua. Tiba-tiba saja kita menapaki kembali bulan Rajab. Dan Tiba-tiba saja kita akan menghadapi bulan Sya’ban lalu bulan suci Ramadhan.
Tentu saja, hal ini mengingatkan kita agar mempersiapkan bekal diri yang cukup dengan amal perbuatan untuk menghadapi bulan-bulan suci (bulan haram) yang ditetapkan Allah SWT.
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (Al Imran: 133)
Bulan Haram
Allah memasukan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram atau bulan yang dimuliakan selain bulan Ramadhan, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah yang pada bulan tersebut penuh keutamaan, keistimewaan dan rahasia-rahasia Allah untuk hambaNya, sebagaimana dalam QS. At-Taubah ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.
Terlebih tiga bulan secara berurutan mulai bulan Rajab, Sya’ban kemudian Ramadhan memiliki fase keistimewaan luar biasa bagi seorang Muslim yang menghendaki menjadi hamba-Nya secara paripurna.
شَهْرُ رَجَبٍَ شَهْرُ الزَّرْعِ وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ
Bulan Rajab bulan (saatnya) menanam. Bulan Sya’ban bulan (saatnya) menyiram tanaman dan bulan Ramadhan bulan (saatnya) menuai hasil.
Artinya fase-fase yang sangat luar biasa digambarkan dalam hadits tersebut apabila kita mengetahui dan menyadari hak-hak hamba dan apa yang semestinya dikerjakan di bulan-bulan itu tentu sangat menuntun kita menuju jalan keberhasilan seorang yang ingin menuai keparipurnaan derajat seseorang yang menyandang gelar hamba Allah.








