Respons KDM Terkait Rumah Panggung Bantuan Pemprov yang Tenggelam Banjir Karawang: Masih Aman

by -12 views
by
Respons KDM Terkait Rumah Panggung Bantuan Pemprov yang Tenggelam Banjir Karawang: Masih Aman

Tanggapan Gubernur Jabar Terkait Rumah Panggung yang Terendam Banjir

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya memberikan pernyataan mengenai video viral di media sosial yang menunjukkan pemukiman rumah panggung bantuan Pemprov Jabar di Telukjambe, Karawang, terendam banjir. Dalam video tersebut, genangan air tampak mencapai atap rumah dengan ketinggian lebih dari tiga meter. Bahkan, lantai atas rumah panggung yang diklaim tahan banjir disebut-sebut ikut terendam.

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa ada kesalahpahaman yang ditimbulkan oleh sudut pengambilan gambar (angle) dalam video tersebut. Menurutnya, rumah panggung yang dibangun pemerintah tetap lebih aman dibandingkan rumah biasa di sekitarnya. “Silakan lihat videonya. Di sampingnya itu rumah yang saya bangun, itu masih bisa ditinggali.” Ia menjelaskan bahwa rumah-rumah yang terlihat tenggelam itu karena angle-nya (sudut pandang) menyorot rumah di samping rumah panggung yang ia bangun.

Dedi meyakini bahwa bangunan tersebut masih berfungsi sebagai tempat berlindung meski debit air sangat tinggi. Konstruksi rumah panggung tersebut memang telah dirancang dengan ketinggian khusus untuk mengantisipasi luapan air.

Baca Juga:  Rudy Susmanto Akan Rehabilitasi Masjid Raya di 40 Kecamatan

Tawaran Relokasi yang Ditolak Warga

Selain mengklarifikasi soal konstruksi bangunan, Dedi juga menyampaikan bahwa dirinya telah menawarkan solusi permanen berupa relokasi sejak awal menjabat sebagai Gubernur Jabar. Namun, menurutnya, tidak semua warga menyetujui rencana tersebut. “Saya sudah menawarkan relokasi sejak saya dilantik jadi gubernur, tapi mereka (warga) tidak mau,” ujar Dedi.

Ia menyatakan bahwa relokasi adalah langkah terbaik untuk menghindari risiko banjir yang terus menerus mengancam kawasan tersebut. Meskipun demikian, keinginan warga untuk tetap tinggal di lokasi asal membuat solusi ini belum dapat diwujudkan sepenuhnya.

Kendala Koordinasi dengan Pihak Desa

Dedi juga menyoroti kendala administratif dalam penanganan dampak banjir di kawasan Telukjambe. Ia menyebut kerja sama dengan pihak pemerintah desa setempat tidak berjalan maksimal, terutama terkait pendataan rumah rawan bencana. “Saya sempat minta data semua rumah yang berada di daerah sana yang rawan banjir untuk keperluan penanganan.” Namun, Kepala Desa (Kades) tidak memberikan semuanya secara lengkap.

Permasalahan ini menjadi hambatan dalam upaya pemerintah provinsi untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat dan efektif. Dedi menegaskan bahwa koordinasi antara pihak provinsi dan pemerintah desa harus lebih baik lagi agar bisa menangani masalah banjir secara optimal.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Selasa 22 Juli 2025, Bekasi Berawan

Upaya Pemprov Jabar dalam Penanganan Bencana

Hingga saat ini, Pemprov Jabar terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan bantuan logistik tetap tersalurkan bagi warga yang terdampak banjir di wilayah Karawang dan sekitarnya. Selain itu, pihak provinsi juga melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan infrastruktur lainnya yang berpotensi menjadi penyebab banjir.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam. Ia juga berharap masyarakat dapat lebih proaktif dalam mengikuti anjuran dan langkah-langkah mitigasi yang diberikan oleh pihak berwenang.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.