JABARMEDIA – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama jajaran Forkopimda melakukan peninjauan mendalam ke area PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung, Rabu (14/1). Langkah ini diambil guna mengklarifikasi spekulasi terkait kemunculan asap di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan tersebut.
Bupati Rudy menegaskan bahwa peristiwa munculnya asap terjadi pada pukul 00.30 WIB dini hari. Berdasarkan koordinasi dengan manajemen PT Antam, dipastikan tidak ada aktivitas operasional penambangan saat insiden berlangsung, sehingga keselamatan pekerja tetap terjaga.
“Kami telah melakukan pengecekan langsung dan koordinasi dengan pimpinan PT Antam. Hasilnya, dipastikan tidak ada korban dari pihak karyawan,” tegas Rudy Susmanto di lokasi kejadian.
Menanggapi rumor yang beredar di media sosial mengenai ratusan korban jiwa, Bupati mengonfirmasi bahwa kabar tersebut merupakan hoaks. Ia menjelaskan telah terjadi misinformasi di tengah masyarakat terkait istilah teknis operasional di area tambang.
“Informasi mengenai 700 korban itu sama sekali tidak benar. Yang dimaksud adalah ‘Level 700’ yang merupakan kode area di lokasi tambang, bukan jumlah orang. Tidak ada karyawan yang terjebak atau menjadi korban dalam kejadian ini,” jelasnya.
Penurunan Gas Karbon
Dari sisi teknis lingkungan, pantauan di lapangan menunjukkan adanya penurunan kadar gas karbon monoksida (CO). Sempat menyentuh angka 1.200 ppm saat kejadian, kadar gas menurun drastis menjadi sekitar 100 ppm pada sore hari. Meskipun demikian, tim ahli masih menunggu kadar gas mencapai ambang batas aman 25 ppm sebelum melakukan verifikasi lanjutan.
Meski personel dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, hingga Dinas Kesehatan telah disiagakan sejak awal, prosedur evakuasi tidak perlu dilakukan karena dipastikan nihil korban jiwa di lokasi.
Rudy Susmanto turut mengapresiasi respons cepat dari Kapolres Bogor dan Dandim Bogor dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan situasi secara transparan berdasarkan fakta lapangan. Masyarakat diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas secara normal sembari menunggu pernyataan resmi lanjutan dari otoritas terkait.








