JABARMEDIA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus memperkuat ekosistem Smart City melalui optimalisasi platform SIMAE (Sistem Informasi Manajemen Administrasi Elektronik). Sejak diinisiasi pada tahun 2019, platform berbasis web ini menjadi tulang punggung digitalisasi tata kelola administrasi dan perizinan bagi seluruh pelaku usaha angkutan umum di Kota Hujan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, H. Sujatmiko Baliarto, ATD., M.M, menegaskan bahwa SIMAE merupakan manifestasi dari pilar Smart Economy. Kehadiran aplikasi ini bertujuan memangkas rantai birokrasi yang sebelumnya dianggap rumit, beralih ke sistem yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel bagi para pengusaha transportasi.
Transformasi Layanan bagi Pelaku Usaha
Berbeda dengan aplikasi transportasi publik pada umumnya, SIMAE dirancang khusus sebagai alat kerja digital bagi pemilik armada dan perusahaan angkutan. Platform ini memfasilitasi pengajuan serta perpanjangan izin trayek secara daring. Sehingga pemohon tidak perlu lagi melakukan proses administrasi manual yang memakan waktu.
Selain perizinan, SIMAE berfungsi sebagai instrumen manajemen armada yang komprehensif. Para pemilik kendaraan dapat memantau masa berlaku dokumen operasional secara real-time. Hebatnya, sistem ini telah terintegrasi dengan data pengujian kendaraan bermotor (KIR) melalui sistem SIMA PANGERAN. Menjadikan sinkronisasi data teknis dan administratif yang akurat.
Dalam jangka panjang, SIMAE memegang peranan krusial sebagai basis data utama bagi Pemerintah Kota Bogor dalam menjalankan program reduksi dan konversi angkutan kota (angkot). Dengan data yang valid, kebijakan penataan transportasi publik dapat diambil secara lebih presisi.
Keamanan Dokumen dengan Standar Nasional
Aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan SIMAE. Mengingat krusialnya dokumen perizinan, platform ini telah mengadopsi teknologi Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang tersertifikasi oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE). Langkah ini diambil untuk menjamin keaslian dokumen digital sekaligus menutup celah praktik pemalsuan surat izin yang kerap terjadi pada sistem manual.
Dari sisi aksesibilitas, SIMAE terintegrasi dengan portal Bogor Single Window (BSW) menggunakan sistem Single Sign-On (SSO). Para pelaku usaha cukup menggunakan satu akun yang terhubung dengan NIK atau Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk mengakses layanan di laman angkutan.kotabogor.go.id. Sistem berbasis web dinamis ini memastikan layanan tetap responsif saat diakses melalui berbagai perangkat.
Prestasi di Kancah Jawa Barat
Keandalan SIMAE sebagai inovasi pelayanan publik telah mendapat pengakuan luas di tingkat provinsi. Sejak periode 2021 hingga 2022, aplikasi ini secara konsisten mencatatkan prestasi dalam ajang prestisius. Puncaknya, SIMAE berhasil menembus jajaran 5 Besar Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2023.
Indikator keberhasilan inovasi ini juga terlihat dari tingkat replikasinya yang mencapai 75 persen. Angka ini menunjukkan bahwa arsitektur sistem dan pola tata kelola yang diterapkan oleh Dishub Kota Bogor. Ini dinilai sangat efektif dan memiliki potensi besar untuk diadaptasi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia yang ingin melakukan digitalisasi di sektor transportasi.
Pemerintah Kota Bogor berharap melalui konsistensi penggunaan SIMAE, iklim usaha di sektor transportasi umum akan semakin sehat dan profesional. Serta mendukung mobilitas warga yang lebih tertib dan terdata secara digital.
(Medy)








