Penyebab Penghentian Sementara Layanan BisKita Transpakuan
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan permohonan maaf atas terhentinya layanan transportasi BisKita Transpakuan untuk sementara waktu. Ia mengakui bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kurang melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perubahan yang terjadi.
“Kami sadar pemkot juga kurang sosialisasi paska kejadian belum lelang. Hampura (mohon maaf),” ujar Jenal dalam pernyataannya.
Jenal memastikan bahwa layanan BisKita Transpakuan akan segera kembali beroperasi. Ia telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mempercepat proses yang diperlukan.
“Tadi saya bilang ke Sekda. Agar secepatnya minggu ini mulai dilakukan tahapan-tahapan,” ujarnya.
Menurut Jenal, penghentian sementara operasional BisKita Transpakuan disebabkan oleh persoalan teknis regulasi. Program Buy The Service (BTS) memang harus melalui proses lelang ulang.
“Untuk tahun 2026 sudah kita anggarkan. Bahkan bertambah koridor. Ini lebih ke teknis saja. Regulasi BTS kan harus lelang,” jelasnya.
Perubahan Kontrak dan Proses Lelang
Sebelumnya, layanan BisKita Transpakuan di Kota Bogor berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2026. Penghentian ini terjadi karena masa kontrak kerja sama layanan telah berakhir pada 31 Desember 2025.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menjelaskan bahwa operasional BisKita berjalan berdasarkan kontrak yang diperbarui setiap tahun.
“Biskita itu berkontrak per tahun. Jadi per 31 Desember itu selesai. Satu Januari ini masih proses pengadaan barang dan jasa. Jadi pasti ada kesenjangan angkutan untuk semua koridor,” ujar Sujatmiko.
Menurut Sujatmiko, kekosongan layanan terjadi karena belum adanya penyedia jasa baru yang ditetapkan melalui proses lelang. Proses administrasi tersebut wajib ditempuh sebelum bus kembali dioperasikan.
“Otomatis per satu Januari tidak ada pengadaan jasa dong. Nah akhirnya perlu dicari penyedia barang dan jasa,” kata dia.
Ia menambahkan, layanan akan kembali berjalan setelah kontrak baru resmi ditandatangani.
“Sampai kontraknya ditandatangani. Ya kan dilelang dulu. Tapi mudah-mudahan cepat,” ujar Sujatmiko.
Langkah yang Dilakukan Pemkot Bogor
Pemkot Bogor sedang berupaya mempercepat proses lelang agar layanan BisKita Transpakuan dapat segera kembali beroperasi. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman atau ketidaknyamanan bagi pengguna transportasi umum.
Beberapa langkah yang sedang dilakukan antara lain:
- Mempercepat proses lelang untuk menemukan penyedia jasa baru.
- Memastikan anggaran yang cukup tersedia untuk membiayai layanan transportasi.
- Melakukan komunikasi dengan masyarakat agar mereka tetap mendapatkan informasi terkini tentang perubahan layanan.
Dengan upaya yang dilakukan, diharapkan layanan BisKita Transpakuan dapat segera kembali beroperasi tanpa mengganggu mobilitas masyarakat di Kota Bogor.







