JABARMEDIA.COM-Hujan lebat disertai angin kencang memicu tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Akibat peristiwa tersebut, empat rumah warga, satu madrasah, satu masjid, dan sebuah bangunan penggilingan padi, mengalami rusak berat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, pada Selasa (3/2/2026) petang. Namun, sebanyak 16 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Akses Jalan Terputus Lihat Foto Kondisi salah satu rumah warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang rusak diterjang tanah longsor, Selasa (3/2/20206).(Dok. BPBD Cianjur)
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan, longsor tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menutup badan jalan sehingga akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan. “Alat berat sudah diterjunkan ke lokasi untuk penanganan.
Untuk kondisi rumah dan bangunan yang terdampak juga sudah diasesmen dan sedang dalam penanganan,” ujar Asep kepada Kompas.com di kantornya, Rabu (4/2/2026). Asep menyebutkan, bencana tersebut terjadi di empat titik.
Satu lokasi material longsoran menutup badan jalan sehingga memutus akses jalan Cisagu-Cisokan, sementara tiga titik lainnya berada di tiga perkampungan berbeda. “Kondisi ini terjadi akibat tebing longsor, dan material longsoran yang menimbun dan merusak rumah serta bangunan di bawahnya,” kata dia.
Asep mengimbau masyarakat yang tinggal di lokasi bencana untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat berpotensi terjadi longsor susulan karena intensitas curah hujan masih tinggi. “Berdasarkan hasil asesmen kami di lapangan, terdapat 13 rumah warga di lokasi kejadian yang terancam longsor susulan,” ujar Ase
(Kompas/idram)








