Petani Timun Suri Majalengka Raup Untung Besar Saat Ramadhan 2026, Panen 7 Ton Per Hari

by -3 views
by
Petani Timun Suri Majalengka Raup Untung Besar Saat Ramadhan 2026, Panen 7 Ton Per Hari

Petani Timun Suri di Kecamatan Kertajati Alami Panen Melimpah Selama Ramadan

Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, para petani timun suri di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, mengalami panen yang sangat melimpah. Hasil panen mencapai 6–7 ton per hari dengan omzet sekitar Rp35 juta sekali panen. Hal ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para petani karena selain memberikan keuntungan ekonomi, juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat dalam menyambut bulan suci tersebut.

Aktivitas Panen yang Ramai dan Penuh Harapan

Di hamparan kebun yang hijau, buah-buah timun suri berwarna hijau pucat hingga putih kekuningan tergeletak rapi di atas tanah yang masih lembap oleh sisa embun pagi. Di sini, para petani bekerja keras untuk memetik hasil pertanian mereka. Sekali panen, petani mampu memetik enam hingga tujuh ton timun suri dengan nilai omzet mencapai sekitar Rp35 juta.

Siang itu, aktivitas panen berlangsung sejak matahari belum tinggi. Para petani jongkok di sela sulur tanaman, memeriksa satu per satu buah yang siap dipetik. Sebagian lainnya mengangkut hasil panen ke dalam karung putih yang berjajar di pematang sawah. Sebuah mobil bak terbuka terparkir tak jauh dari kebun, siap membawa timun suri menuju para pengepul. Suasana kebun ramai, namun tetap hangat oleh canda ringan para pekerja yang bekerja sambil berpuasa.

Baca Juga:  Semangat KAA-Soekarno Menggema dalam Diskusi Sejarah PDIP

Pengalaman Petani yang Berlimpah Rezeki

Yamin, petani timun suri asal Desa Sukakerta, Kecamatan Kertajati, mengaku bahwa Ramadan tahun ini menjadi musim panen terbaik yang pernah ia rasakan. Di atas lahan seluas sekitar enam hektare, ia menanam timun suri dengan modal kurang lebih Rp100 juta.

“Alhamdulillah, Ramadan ini benar-benar membawa berkah. Sekali panen bisa enam sampai tujuh ton per hari. Harganya juga bagus,” kata Yamin, Sabtu (22/2/2026).

Menurut Yamin, hasil panen timun suri dijual langsung kepada para bakul dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram. Dari kebun-kebun di Kertajati, timun suri kemudian dipasarkan ke berbagai daerah, seperti Bandung, Tasikmalaya, hingga Jakarta.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, panen tahun ini paling melimpah. Walaupun cuaca sempat berubah-ubah, hasilnya tetap banyak dan harga di awal Ramadan cukup tinggi,” katanya.

Pembeli Langsung Memilih Beli di Kebun

Tak hanya pengepul yang datang ke kebun. Warga sekitar juga memanfaatkan momen panen dengan membeli timun suri langsung dari petani. Selain bisa memilih buah sesuai selera, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Baca Juga:  Barcelona FC ke Indonesia Agustus 2013

Di pasar, harga timun suri bisa mencapai Rp10.000 per kilogram, sementara di kebun petani cukup Rp5.000 per kilogram.

Oki, salah seorang pembeli, mengaku sengaja datang langsung ke kebun untuk mendapatkan timun suri yang masih segar.

“Lebih murah kalau beli langsung ke petani, buahnya juga baru dipanen. Bisa pilih sendiri, jadi lebih puas,” kata Oki.

Timun Suri sebagai Buah Musiman yang Disukai

Timun suri memang menjadi buah musiman yang sengaja ditanam menjelang Ramadan. Selain mudah dibudidayakan, buah ini identik dengan menu berbuka puasa. Rasanya yang segar dan kandungan airnya yang tinggi membuat timun suri selalu diburu warga untuk diolah menjadi kolak, campuran es buah, rujak, maupun manisan.



About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.