Warga Palembang yang Terlantar di Kamboja Kembali ke Indonesia
Sebanyak 14 warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang sebelumnya terlantar di Kamboja telah tiba di Indonesia pada Minggu (29/3/2026) malam. Mereka diperkirakan menjadi korban penipuan dengan modus tawaran kerja bergaji besar.
Pada hari ini, Senin (30/3/2026), ke-14 warga tersebut akan diterbangkan kembali ke Palembang dan dijadwalkan tiba di kota tersebut pukul 11.00 WIB.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, Waydinsyah, mengonfirmasi bahwa para pekerja migran nonprosedural ini telah tiba di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa keberangkatan mereka ke Palembang akan dilakukan hari ini.
“14 warga Palembang dari Kamboja sudah sampai di Indonesia dan hari ini akan pulang ke Palembang,” ujar Waydinsyah saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Kepulangan para warga ini menjadi titik terang setelah kasus yang mereka alami viral di media sosial dan mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sumsel.
Berdasarkan foto dan video yang dibagikan oleh Waydinsyah, ke-14 warga Palembang tersebut tiba dalam kondisi sehat dan siap diterbangkan kembali ke Palembang.
Berikut adalah daftar nama-nama 14 warga Palembang yang berhasil dipulangkan dari Kamboja ke Indonesia:
- Warga 7 Ulu: Ahmad Saputra, Alvin Alvata, M. Amar, M. Rezah, dan Muhammad Hoiril Afif
- Warga 3 Ulu: M. Sandiansyah dan M. Alim
- Warga 5 Ulu: Aldiansyah
- Warga 11 Ulu (Jalan Tembok Baru): M. Ulix
- Warga 16 Ulu: M. Alibaba
- Warga Jalan Kapten Robin: Aldi Kurnia
- Warga 3 Ilir: Fikry Halikal
- Warga 32 Ilir: Varel Vahrezi
- Ryansyah, warga Palembang tanpa spesifik lokasi
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumsel, Indra Bangsawan, menyampaikan bahwa ke-14 warga Palembang ini akan tiba di Palembang besok siang.
“Kita akan lakukan serah terima dengan keluarga di Kantor Gubernur Sumsel besok,” katanya.
Proses Penyelamatan dan Peran Pemerintah
Proses penyelamatan 14 warga Palembang ini tidak berjalan mudah. Awalnya, mereka tertipu oleh tawaran kerja yang menjanjikan gaji besar di Kamboja. Namun, setelah tiba di sana, mereka justru menghadapi situasi yang tidak terduga.
Dari pengakuan para korban, mereka merasa ditipu dan tidak diberi hak-hak sebagai pekerja. Tidak hanya itu, mereka juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal.
Kejadian ini akhirnya menarik perhatian publik setelah beberapa informasi tentang nasib mereka tersebar di media sosial. Setelah itu, berbagai pihak termasuk pemerintah dan organisasi perlindungan pekerja migran turut campur tangan untuk membantu proses pemulangan mereka.
Selain itu, pihak BP3MI juga bekerja sama dengan otoritas setempat di Kamboja untuk memastikan keberangkatan para korban bisa dilakukan secara aman dan lancar.
Peran Media dan Masyarakat
Media dan masyarakat juga berperan penting dalam kasus ini. Informasi tentang kejadian para warga Palembang ini mulai viral setelah beberapa unggahan di media sosial mencuri perhatian netizen.
Beberapa tokoh masyarakat dan aktivis juga ikut mengangkat isu ini agar mendapatkan perhatian lebih dari pihak berwenang. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, akhirnya ke-14 warga tersebut dapat kembali ke tanah air.
Harapan dan Langkah Ke Depan
Setelah kembali ke Palembang, para warga ini akan menjalani proses pemulihan fisik dan mental. Selain itu, pihak BP3MI juga akan memberikan bantuan psikologis dan pelatihan agar mereka bisa kembali beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pemerintah juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas agar lebih waspada terhadap tawaran kerja yang terlalu bagus untuk dipercaya.
Para korban diharapkan bisa menjadi contoh bahwa tidak semua tawaran kerja di luar negeri benar-benar aman dan layak. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan janji-janji yang tidak jelas.






