Kondisi Lalu Lintas di Jalur Cirebon-Kuningan Kembali Normal
Jalur Jalan Nasional Cirebon–Kuningan yang melintasi Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali normal pada Jumat (27/3/2026) atau H+6 Hari Raya Idulfitri. Setelah sebelumnya mengalami kemacetan akibat lonjakan pergerakan pemudik dan wisatawan, arus lalu lintas kini berangsur lancar dengan kecepatan kendaraan mencapai kategori sedang hingga tinggi.
Pantauan di lapangan sejak pagi hingga siang hari menunjukkan tidak adanya antrean panjang kendaraan seperti yang terjadi pada puncak arus mudik maupun awal arus balik. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak melintas tanpa hambatan berarti, baik dari arah Cirebon menuju Kuningan maupun sebaliknya. Volume kendaraan masih terbilang ramai, namun tidak sampai menimbulkan kepadatan signifikan.
Beberapa titik yang sebelumnya menjadi simpul kemacetan, seperti kawasan wisata di sekitar Cilimus dan akses menuju objek wisata kaki Gunung Ciremai, kini terpantau lengang. Petugas lalu lintas yang sebelumnya disiagakan untuk mengurai kepadatan pun mulai dikurangi intensitasnya, meski tetap berjaga untuk mengantisipasi lonjakan mendadak.
Arus balik menuju wilayah Jabodetabek mulai mendominasi pergerakan kendaraan. Mayoritas pengendara terlihat membawa barang bawaan khas perjalanan jauh, menandakan mereka kembali dari kampung halaman usai merayakan Idulfitri. Kendaraan dengan pelat nomor luar daerah, terutama dari Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya, tampak lebih banyak dibandingkan kendaraan lokal.
Salah satu pemudik, Andri (34), mengaku perjalanan baliknya kali ini jauh lebih lancar dibanding saat berangkat mudik beberapa hari lalu. “Waktu berangkat sempat macet panjang di Cilimus, bisa sampai satu jam lebih. Sekarang sudah lancar, paling hanya ramai biasa saja,” ujarnya saat ditemui di salah satu SPBU di jalur tersebut.
Hal serupa disampaikan Nasrudin (40), pemudik asal Kuningan yang bekerja di Jakarta. Dia memilih perjalanan pada akhir arus balik untuk menghindari kemacetan. “Saya sengaja pulang hari ini karena diperkirakan sudah tidak terlalu padat. Ternyata benar, perjalanan lebih nyaman,” katanya.
Berdasarkan pantauan, kecepatan kendaraan di jalur ini rata-rata berkisar antara 40 hingga 60 kilometer per jam, bahkan di beberapa titik bisa mencapai lebih tinggi. Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan saat puncak arus mudik, di mana kendaraan hanya mampu melaju dengan kecepatan di bawah 20 kilometer per jam akibat kepadatan.
Selain itu, cuaca yang cenderung berubah-ubah di wilayah Kuningan juga menjadi perhatian tersendiri. Jalan yang melintasi kawasan perbukitan memiliki potensi licin saat hujan, sehingga pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan berkendara, terutama di area yang rawan terhadap perubahan kondisi cuaca.
Pengalaman Pemudik Saat Arus Balik
Pengalaman para pemudik selama arus balik menunjukkan bahwa keadaan jalan telah kembali stabil. Banyak dari mereka menyampaikan bahwa perjalanan balik jauh lebih nyaman dibandingkan saat arus mudik. Perbedaan ini terlihat dari kecepatan kendaraan yang meningkat serta kurangnya antrian panjang di sepanjang jalur.
Beberapa pemudik juga menyebutkan bahwa mereka lebih memilih melakukan perjalanan pada akhir arus balik agar dapat menghindari keramaian. Dengan demikian, mereka bisa tiba di tujuan dengan lebih tenang dan aman.
Keamanan dan Keselamatan Berkendara
Meskipun kondisi lalu lintas kembali normal, pengendara tetap diminta untuk waspada terhadap kondisi jalan dan cuaca. Wilayah perbukitan yang dilalui oleh jalur Cirebon–Kuningan memiliki risiko licin saat hujan. Oleh karena itu, pengemudi diminta untuk menjaga kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Selain itu, petugas lalu lintas tetap berjaga di sejumlah titik strategis untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan memberikan bantuan jika diperlukan. Mereka juga memberikan informasi terkini kepada pengendara tentang kondisi jalan dan potensi bahaya yang mungkin terjadi.
Dengan situasi yang kembali normal, para pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih tenang dan aman. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dan petugas lalu lintas dalam mengatur arus mudik dan balik telah berhasil memberikan hasil yang positif.







