Bogor Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga Hadapi Konflik Global

by -16 views
by
Bogor Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga Hadapi Konflik Global

JABARMEDIA – Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah proaktif. Mereka mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Ini adalah antisipasi terhadap kondisi global yang tidak menentu, termasuk potensi konflik dan perang yang bisa berdampak pada rantai pasok pangan.

Ajakan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya. Ia menjelaskan hal tersebut saat berdialog di Podcast Sora Bogor Diskominfo. Menurutnya, situasi geopolitik global berpotensi besar mempengaruhi distribusi dan ketersediaan pangan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mulai mempersiapkan diri dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk menanam tanaman pangan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Tujuannya agar masyarakat tetap memiliki sumber pangan mandiri. Hal ini penting jika sewaktu-waktu terjadi gangguan distribusi pangan akibat kondisi global. Gerakan ini adalah respons atas ancaman yang nyata.

Dorongan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

Teuku Mulya menekankan pentingnya inisiatif ini. “Dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang cukup rentan terhadap konflik. Jika terjadi gangguan pada distribusi pangan global, tentu akan berdampak pada ketersediaan pangan. Karena itu masyarakat kami dorong untuk mulai menanam berbagai tanaman pangan di pekarangan rumah,” ujarnya.

Baca Juga:  Apotek Kehabisan Tabung Oksigen, Warga Palangka Raya Bingung

Ia menambahkan, gerakan menanam ini sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Bupati mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Inisiatif ini bertujuan menciptakan kemandirian pangan.

Melalui gerakan ini, pemerintah daerah mengajak masyarakat menanam berbagai jenis tanaman. Tanaman yang dapat dikonsumsi sehari-hari meliputi sayuran, cabai, umbi-umbian, hingga tanaman buah. Selain menjaga ketersediaan pangan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian pangan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami juga telah membuat berbagai contoh miniatur urban farming sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tanaman pangan,” terang Teuku. Edukasi ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam memulai.

Teuku menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia juga memerlukan keterlibatan seluruh masyarakat. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam, masyarakat dapat memiliki cadangan pangan mandiri yang dapat dimanfaatkan kapan saja.

“Kalau setiap keluarga menanam dan memiliki sumber pangan sendiri di pekarangan rumah, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat. Ini menjadi langkah penting agar masyarakat tetap aman dan tercukupi kebutuhan pangannya dalam berbagai kondisi,” jelasnya. Melalui gerakan menanam tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap masyarakat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Banjir Sumatera: Peran Hutan Alami vs Sawit Diungkap Dosen ITB

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.