BSF CGM 2026: Toleransi di Bogor Bersinar di Bulan Ramadan

by -59 views
BSF CGM 2026: Toleransi di Bogor Bersinar di Bulan Ramadan

JABARMEDIA – Pembukaan Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2026 pada Minggu (1/3/2026) menjadi penanda kuat komitmen masyarakat Kota Bogor dalam menjaga dan memperkuat nilai toleransi. Acara ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan. Berlangsung meriah di pelataran Vihara Dhanagun, kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama 400 anak yatim, menunjukkan harmoni budaya dan agama yang telah menjadi tradisi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini telah memasuki tahun ke-11. Dedie juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya. Ia dihargai atas perannya dalam membangun fondasi toleransi di Kota Bogor selama menjabat sebagai wali kota dua periode.

“Mewujudkan Bogor yang saling sayang-menyayangi dan hari ini kita buktikan dengan melaksanakan silaturahmi yang menjadi tradisi di Kota Bogor,” ujarnya.

Wamendagri, Bima Arya, menambahkan bahwa konsistensi selama 11 tahun membuktikan kegiatan ini telah mendarah daging di masyarakat.

“Tidak hanya tradisi berbagi, tetapi juga tradisi kebersamaan dalam keberagaman. Ini menyimbolkan modal sosial di Kota Bogor yang sangat luar biasa,” jelas Bima.

Baca Juga:  Sammy Simorangkir Bicara Perjalanan Konflik dengan Badai di Band Kerispatih di Mahkamah Konstitusi

Ia juga menyoroti keistimewaan Ramadan yang bertepatan dengan momen Imlek tahun ini. Momen ini sangat baik untuk mendidik generasi muda tentang makna kebersamaan dan keberagaman.

Ketua Pelaksana BSF CGM 2026, Arifin Himawan, menjelaskan bahwa rangkaian acara turut menghadirkan pasar malam kuliner di Jalan Surya Kencana.

Sebanyak 200 tenant UMKM ikut serta dalam pasar malam ini. Tujuannya untuk mendorong ekonomi kerakyatan.

Kegiatan ini juga menjadi representasi nyata dari DNA Kota Bogor, yaitu toleransi. Seluruh elemen masyarakat dapat berkumpul dan berinteraksi di sini.

Semangat Kebersamaan dan Apresiasi Nasional

“Karena DNA Kota Bogor adalah toleransi. Kita bisa duduk bersama dan berkumpul bersama di tempat ini. Oleh sebab itu, pada puncak perayaan, setelah tarawih, akan digelar pawai kebudayaan,” tutur Arifin.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya. Untuk kedua kalinya, BSF CGM masuk dalam daftar 38 event terbaik nasional dari total 115 event di seluruh Indonesia. Ini adalah pengakuan atas kualitas dan semangat toleransi yang diusung.

Perpaduan antara tradisi keagamaan dan perayaan budaya dalam satu waktu menunjukkan kematangan Kota Bogor dalam mengelola keberagaman.

Baca Juga:  Pemerintah Palestina Kekurangan Dana 500 Juta Dolar AS

Momen Ramadan yang berpadu dengan Cap Go Meh ini memperkuat ikatan antarwarga. Ini juga mempertegas posisi Bogor sebagai kota teladan dalam menjaga kerukunan dan semangat kebersamaan di tengah perbedaan.