Gubernur Jabar Berkomitmen Atasi Masalah di Bandung Zoo
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kesiapan penuh untuk turun langsung menangani berbagai permasalahan yang terjadi di Bandung Zoo. Hal ini dilakukan setelah munculnya kabar mengenai kematian Huru dan Hara, harimau Benggala yang baru berusia 8 bulan.
Dedi mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa ia tidak ingin ada lagi korban hewan di Bandung Zoo. Ia menekankan pentingnya penanganan teknis agar kondisi satwa dan operasional pengelolaan kebun binatang dapat ditingkatkan lebih baik lagi.
“Saya tidak mau lagi ada korban berikutnya,” ujar Dedi saat memberikan pernyataannya di Gedung Sate, Bandung, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membantu jika pengelola Bandung Zoo mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan logistik, terutama pakan hewan dan kesejahteraan para pegawai yang merawat satwa. Dedi menjelaskan bahwa bantuan tersebut bisa diberikan apabila memang diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup satwa di kebun binatang tersebut.
“Kalau kemudian seluruh hewan itu memerlukan bantuan logistik untuk kebutuhan pangan mereka dan pegawainya yang penting bisa bekerja, kita bersedia,” kata Dedi.
Dia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah bahkan siap membantu kebutuhan rutin bulanan bagi para pengurus hewan jika kondisi keuangan pengelola kebun binatang tidak memungkinkan. Misalnya, jika ada beberapa pengurus hewan di situ, dan pengelola tidak memiliki pendapatan, pemerintah akan siap membantu setiap bulan.
“Misalnya ada berapa pengurus hewan di situ, kita tidak ada pendapatan, kita bersedia membantu dalam setiap bulan,” tambahnya.
Selain itu, Dedi juga memastikan kesiapan Pemprov Jabar untuk membantu kebutuhan pakan hewan, termasuk daging untuk satwa karnivora seperti harimau. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan siap membantu sesuai dengan kebutuhan hewan-hewan tersebut.
“Ada berapa kebutuhan untuk hewan itu makan? Kita bersedia membantu,” ujarnya.
Dedi juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ia sempat menawarkan solusi alternatif apabila kondisi di kebun binatang tidak memungkinkan untuk merawat satwa secara optimal. Bahkan, ia pernah menawarkan untuk menitipkan satwa-satwa tersebut di tempatnya sendiri.
“Bahkan saya dulu sampai menawarkan, kalau mau dititipkan di tempat saya, titipkan dulu. Saya bikinkan, saya kasih makan tiap hari dengan baik,” tuturnya.
Ia mengaku memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan dan ekologi sehingga merasa sedih atas kejadian kematian satwa tersebut. Sebagai langkah awal, Dedi meminta agar segera dilakukan pendataan menyeluruh terkait kondisi operasional di Bandung Zoo, mulai dari jumlah pegawai hingga kebutuhan pakan satwa setiap harinya.
“Saya hari ini mau minta untuk segera diidentifikasi pegawainya berapa, gajinya dalam setiap bulan berapa, ada berapa orang, kemudian kebutuhan dagingnya berapa dalam setiap hari,” katanya.
Pendataan tersebut, menurut Dedi, diperlukan agar pemerintah dapat menentukan bentuk bantuan yang tepat guna memastikan kesejahteraan satwa dan keberlangsungan operasional kebun binatang. “Ini harus segera dilakukan hari ini,” pungkasnya.







