Dishub Cianjur Perbaiki PJU Jalan Pramuka yang Dikeluhkan Pemudik

by -8 views
by
Dishub Cianjur Perbaiki PJU Jalan Pramuka yang Dikeluhkan Pemudik

Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Pramuka-Cianjur yang telah tidak berfungsi sejak lima tahun terakhir. Langkah ini dilakukan setelah banyaknya keluhan dari pengendara, khususnya pemudik.

Kepala Dishub Cianjur, Aris Haryanto, menyatakan bahwa perbaikan sempat dilakukan sebelum musim mudik Lebaran, namun terdapat sekitar tujuh lampu yang belum diperbaiki karena kerusakan kabel dan lampu mati yang membutuhkan waktu lebih lama.

Aris menambahkan, PJU yang tidak menyala mulai dari Tugu Pramuka hingga persimpangan Jalan Ariawiratanudatar akan segera diperbaiki karena jalur tersebut sangat padat kendaraan setiap harinya, terutama menuju jalur alternatif Jonggol.

“Sempat dilakukan perbaikan di sepanjang ruas Jalan Pramuka yang merupakan jalur alternatif menuju Jonggol, namun masih ada sekitar tujuh titik yang belum berfungsi karena kabelnya rusak dan lampu mati sudah sejak lama,” katanya.

Sebagian besar PJU di jalur tersebut rusak karena usia lebih dari lima tahun dan kurangnya pemeliharaan, sehingga saat diperbaiki memerlukan waktu lama karena harus mengganti kabel utama. Minimnya PJU diperparah dengan rusaknya permukaan jalan yang belum diperbaiki.

Baca Juga:  Persib Bandung Sikat Madura United 3-0 Di Final Leg 1

Selama mudik dan balik Lebaran 2026, sejumlah kecelakaan tunggal menimpa pengendara, termasuk pemudik. Menurut posko kemanusiaan PMI Cianjur di Jalan Pramuka, lima pemudik mendapat pertolongan pertama dari relawan kesehatan, dan dua orang dirujuk ke rumah sakit karena luka parah akibat kecelakaan tunggal di sana.

Sebagian besar pengendara mengalami kecelakaan karena menabrak lubang yang banyak di sepanjang jalur tersebut. Mereka kesulitan melihat lubang karena minimnya PJU yang berfungsi baik.

“Saya sudah sering melintas di Jalan Pramuka menuju Jonggol dan baru kali ini mengalami kecelakaan karena minim PJU dan permukaan jalan rusak dengan banyak lubang tidak terlihat jelas saat malam,” ujar Yusuf Rizki (21), pemudik tujuan Pondok Gede-Bekasi.

Ia berharap pemerintah daerah segera memperbaiki PJU dan jalan rusak agar tidak ada lagi korban jiwa. Menurut informasi warga sekitar, hampir setiap hari ada pengendara yang mengalami kecelakaan di sana.

Masalah Utama yang Dihadapi Pengguna Jalan

  • PJU yang rusak: Banyak titik PJU di Jalan Pramuka-Cianjur tidak berfungsi, membuat pengemudi kesulitan melihat kondisi jalan terutama pada malam hari.
  • Permukaan jalan rusak: Banyak lubang yang tidak terlihat jelas karena kurangnya penerangan, meningkatkan risiko kecelakaan.
  • Kurangnya pemeliharaan: PJU yang sudah berusia lebih dari lima tahun tidak pernah diperbaiki secara menyeluruh, menyebabkan kerusakan semakin parah.
Baca Juga:  Asyiknya Mengenal Wayang Golek

Upaya yang Dilakukan

  • Perbaikan PJU: Dinas Perhubungan Cianjur sedang melakukan perbaikan pada beberapa titik yang rusak, meskipun masih ada sekitar tujuh lampu yang belum diperbaiki.
  • Pemantauan kecelakaan: Posko kemanusiaan PMI mencatat adanya kecelakaan yang terjadi selama musim mudik, terutama akibat kondisi jalan dan PJU yang tidak memadai.
  • Harapan masyarakat: Pengendara berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan dan penerangan untuk menjaga keselamatan berkendara.

Solusi yang Diharapkan

  • Pemeliharaan rutin: Diperlukan pemeliharaan rutin terhadap PJU dan permukaan jalan agar tidak mengalami kerusakan berat.
  • Penambahan penerangan: Penambahan lampu PJU di area yang rawan kecelakaan dapat membantu pengemudi melihat jalan lebih jelas.
  • Peningkatan kesadaran pengemudi: Masyarakat diminta untuk lebih waspada saat berkendara di jalur-jalur yang kondisinya belum optimal.

Dengan peningkatan perhatian terhadap infrastruktur jalan dan penerangan, diharapkan kecelakaan dapat diminimalkan dan keselamatan pengendara bisa terjamin.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.