Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Jawa Barat Mulai Menurun
Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat mengalami penurunan setelah mencapai puncaknya pada 23 Maret 2026. Pada periode tersebut, rata-rata TPK mencapai sekitar 87,2 persen, yang menjadi titik tertinggi selama libur Lebaran. Penurunan ini terjadi seiring dengan arus balik wisatawan pasca libur.
Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, menjelaskan bahwa tren okupansi hotel di kawasan wisata seperti Bandung dan Cirebon menunjukkan pola kenaikan yang seragam. Hal ini didorong oleh tingginya volume wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Data Terkini Mengenai Tingkat Penghunian Kamar
Menurut data dari laporan monitoring okupansi hotel yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, tingkat penghunian kamar tertinggi tercatat pada 23 Maret 2026. Sebelumnya, tren kenaikan okupansi sudah terlihat sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri dan terus meningkat hingga mencapai titik puncak.
Dodi merinci bahwa kawasan seperti Bandung Raya, Cirebon Raya, Bogor Raya, dan Garut menunjukkan pola kenaikan yang relatif seragam dari hari ke hari. Lonjakan kunjungan wisatawan menjadi faktor utama peningkatan okupansi hotel selama periode tersebut. Bahkan, rata-rata TPK bisa meningkat hingga sekitar 70 persen dari titik terendah ke titik puncak selama libur Lebaran.
Wilayah dengan Lonjakan Tertinggi
Salah satu wilayah yang mencatat lonjakan terbesar adalah Pangandaran. Setelah perayaan Idul Fitri, okupansi hotel di kawasan ini mencapai hingga 95 persen. Sementara itu, Karawang relatif stabil sebelum Hari Raya dengan rata-rata okupansi sekitar 59,3 persen.
“Pangandaran menjadi salah satu daerah dengan lonjakan paling tinggi pasca Lebaran, sedangkan Karawang cenderung stabil di periode sebelum Hari Raya,” ujar Dodi.
Penurunan Okupansi Setelah Puncak
Setelah mencapai puncak pada 23 Maret, rata-rata TPK hotel di Jawa Barat mulai menurun ke kisaran 58 persen pada hari berikutnya. Dodi menyampaikan bahwa data ini merupakan hasil sampling sementara dan masih dapat berubah mengikuti pembaruan data secara real-time.
Perkembangan Tren Wisatawan
Selain itu, beberapa kawasan lain juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung. Misalnya, kota-kota wisata seperti Bandung dan Cirebon terus menarik banyak wisatawan sepanjang masa liburan. Pola ini menunjukkan bahwa permintaan akan akomodasi hotel tetap tinggi meskipun telah melewati titik puncak.
Beberapa faktor yang memengaruhi tren ini antara lain adanya acara budaya, festival, atau event lokal yang diselenggarakan di kawasan tersebut. Selain itu, aksesibilitas yang baik dan fasilitas yang memadai juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan.
Prediksi dan Persiapan Ke depan
Dodi menegaskan bahwa PHRI Jabar terus memantau perkembangan TPK hotel secara berkala. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi terkini kepada anggota dan mitra kerja agar dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi perubahan tren okupansi.
Selain itu, PHRI Jabar juga berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan promosi wisata dan memastikan kualitas layanan yang optimal bagi para tamu.
Dengan demikian, meskipun terjadi penurunan setelah puncak, tren okupansi hotel di Jawa Barat tetap menunjukkan potensi yang besar untuk terus berkembang.







