JABARMEDIA – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi. Apresiasi ini ditujukan kepada jajaran TNI, Polri, serta seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Tujuannya adalah menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri di Kabupaten Bogor. Rudy Susmanto menyampaikan hal tersebut saat memantau langsung kesiapan pasukan pada Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya. Kegiatan itu berlangsung di Area Barat (VVIP) Gelora Pakansari, Cibinong, pada Kamis (12/3).
Pemerintah daerah dan kepolisian berharap perayaan Idul Fitri di Kabupaten Bogor berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Ini berkat berbagai langkah pengamanan yang telah disiapkan. Menurut Rudy Susmanto, para petugas memiliki peran krusial. Mereka memastikan situasi tetap kondusif, terutama saat masyarakat melaksanakan tradisi mudik Lebaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, serta seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Bogor, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD Pramuka dan unsur masyarakat lainnya, yang turut terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya,” ujar Rudy Susmanto.
Memastikan Keamanan Masyarakat Bogor
Ia menuturkan, saat masyarakat mudik di Hari Raya Idul Fitri, para petugas tetap berjaga. Ini untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bogor tetap terjaga.
“Sinergi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan pengamanan selama masa Lebaran, baik dalam pengaturan lalu lintas, kesiapsiagaan kebencanaan, hingga pengamanan kawasan strategis di wilayah Kabupaten Bogor,” tandasnya. Komitmen kuat ini dari berbagai pihak mewujudkan perayaan Idul Fitri yang aman dan lancar.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan pengamanan intensif telah disiapkan. Ini dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Operasi ini berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026. Lebih dari 5.000 personel diterjunkan. Personel ini terdiri dari 1.099 anggota Polres Bogor. Sisanya lebih dari 4.000 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan unsur masyarakat.
“Kami juga menyiapkan 14 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor. Selain itu ada satu pos pelayanan di Rest Area Gunung Mas dan satu pos terpadu di Pos Hugeng Gadog untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik,” jelas AKBP Wikha Ardilestanto. Pos-pos ini dirancang untuk memberikan rasa aman dan bantuan bagi para pemudik.
Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Polres Bogor juga menyiapkan pengaturan lalu lintas di kawasan Puncak. Rekayasa lalu lintas seperti sistem one way akan diterapkan. Ini berlaku apabila jumlah kendaraan di Gerbang Tol Ciawi menuju Puncak mencapai sekitar 2.200 hingga 2.500 kendaraan per jam. Langkah ini bertujuan mengurai kepadatan dan memperlancar arus kendaraan selama puncak mudik dan balik.
Terkait malam takbiran, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menghimbau masyarakat. “Saya menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi pada malam takbiran guna menghindari potensi gesekan di masyarakat,” ungkapnya. Ia meminta masyarakat mengisi malam takbiran dengan kegiatan lebih positif. Contohnya takbiran di masjid atau tempat ibadah, demi menjaga ketertiban umum.
Selain pengamanan arus mudik dan kelancaran lalu lintas, Polres Bogor juga memantau ketersediaan bahan bakar dan bahan pokok. Personel Bhabinkamtibmas dikerahkan. Mereka melakukan pengecekan ke sejumlah SPBU. Sosialisasi diberikan kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Ini memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.







