Survei Publik Bupati Bogor: Fondasi Perencanaan Pembangunan 2026

by -2 views
by
Survei Publik Bupati Bogor: Fondasi Perencanaan Pembangunan 2026

JABARMEDIA – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran perangkat daerah menggelar ekspose hasil survei evaluasi publik satu tahun pemerintahan Kabupaten Bogor. Acara ini berlangsung di Aula Soekarno Hatta pada Selasa, 10 Maret 2026. Rudy Susmanto menegaskan bahwa pemaparan hasil survei ini bukan hanya untuk melihat tingkat kepuasan masyarakat, melainkan sebagai dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan data riil sebagai fondasi utama dalam setiap program. Survei komprehensif ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Aspek yang dicakup meliputi kesehatan, angka kemiskinan, wilayah rawan bencana, hingga potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Bogor.

Mendasari Kebijakan Tepat Sasaran

Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan urgensi penggunaan data survei untuk perencanaan pembangunan. “Survei ini bukan sekadar menilai Bupati Bogor dan Wakil Bupati. Kami ingin menjadikannya sebagai dasar dalam menyusun program dan postur APBD yang benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto. Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintah pada kebutuhan warga.

Baca Juga:  28 desa di Bogor terdampak bencana alam hidrometeorologi

Ia juga meminta setiap perangkat daerah menindaklanjuti hasil survei. Kajian spesifik sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing sangat penting. Dengan demikian, program pemerintah dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata. Intervensi pembangunan harus berdasarkan data komprehensif. Contohnya, dalam pengentasan kemiskinan, pemerintah daerah perlu tahu detail titik-titik wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Ini agar program disusun benar-benar menyentuh warga. “Kalau ingin mengentaskan kemiskinan, kita harus tahu secara detail di mana titik paling rentan, berapa jumlahnya, dan seperti apa bentuk intervensi program yang tepat. Program yang dijalankan tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus memberikan solusi nyata,” jelasnya, menekankan solusi konkret.

Kolaborasi untuk Keberhasilan Pembangunan

Lebih lanjut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyoroti keselarasan antara perencanaan pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat. Pembangunan infrastruktur harus menyesuaikan kebutuhan setempat. Misalnya, perbaikan jalan, pembangunan jembatan, atau penyediaan saluran air. Ia juga menilai capaian tingkat kepuasan masyarakat merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah. Ini bukan semata-mata peran kepala daerah. “Tingkat kepuasan masyarakat bukan hanya karena Bupati Bogor dan Wakil Bupati, tetapi merupakan hasil dari kinerja seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bogor. Keberhasilan pemerintah adalah hasil dari sinergi dan kolaborasi yang kuat,” tegasnya, mengapresiasi kerja tim.

Baca Juga:  Capres & Cawapres Jangan Pura-Pura Merakyat

Rudy Susmanto berharap hasil survei publik menjadi pijakan untuk memperkuat perencanaan 2026. Termasuk dalam penyusunan perubahan APBD, agar program menjawab kebutuhan masyarakat. Satu tahun masa pemerintahan adalah tahap awal. Ini untuk terus menyempurnakan program pembangunan di tahun-tahun berikutnya. Kolaborasi seluruh perangkat daerah menjadi kunci. “Ke depan kita ingin terus menyempurnakan berbagai program pembangunan. Saya dan Wakil Bupati tentu tidak bisa berjalan sendiri, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah,” pungkasnya, menegaskan pentingnya sinergi untuk kemajuan Kabupaten Bogor.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.