JABARMEDIA – Ruas Jalan Tol Tangerang-Merak mengalami kelumpuhan pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Banjir setinggi 50 sentimeter merendam kilometer 23-800. Insiden ini disebabkan oleh luapan debit air Kali Sabi di Karawaci, Tangerang, Banten. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam, 7 Maret, hingga Minggu dini hari. Akibatnya, kemacetan panjang mencapai lebih dari 5 kilometer tak terhindarkan. Para pengguna jalan dari arah Jakarta menuju Merak harus bersabar menghadapi kondisi lalu lintas yang padat merayap.
Limpasan air dari Kali Sabi tidak hanya mengganggu arus lalu lintas di jalan tol. Kawasan permukiman Lippo Karawaci, Tangerang, juga turut terendam. Kondisi ini memutus akses jalan bagi warga setempat. Seorang warga sekitar, Fajrul, menyampaikan, “Banjir sudah terjadi sejak jam dua pagi.” Pernyataan ini menunjukkan betapa cepatnya air meluap dan menggenangi area vital. Upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh pihak terkait untuk mengurai kemacetan dan menormalisasi kondisi.
Dampak Luapan Air dan Peringatan BMKG
Hujan dengan intensitas tinggi memang telah melanda wilayah Tangerang Raya dan sekitarnya. Kejadian ini berlangsung mulai Sabtu malam, 7 Maret, hingga Minggu dini hari, 8 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini. BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, wilayah Banten masih diprakirakan akan diguyur hujan lebat pada hari ini. Peringatan ini penting untuk mencegah dampak lebih lanjut dari potensi banjir.
Pihak pengelola Tol Tangerang-Merak dan instansi terkait terus berkoordinasi. Mereka berupaya maksimal dalam penanganan banjir dan kemacetan. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, percepatan surutnya air dan pemulihan akses jalan menjadi fokus utama. Diharapkan kondisi dapat segera kembali normal. Masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif jika memungkinkan.







