Gempa Bumi Terkini Guncang Wilayah Jawa Barat

by -
by
Gempa Bumi Terkini Guncang Wilayah Jawa Barat

Gempa Bumi di Jawa Barat: 5 Kali Guncangan yang Menggoyang Wilayah

Pada dini hari tanggal 7 April 2026, sejumlah wilayah di Jawa Barat mengalami gempa bumi kecil. Gempa tersebut terjadi di beberapa kota seperti Garut, Subang, Bogor, dan Pangandaran. Meskipun magnitudo gempa tidak terlalu besar, masyarakat tetap perlu waspada karena BMKG memberikan peringatan bahwa data yang diberikan masih bersifat sementara.

Detail Gempa yang Terjadi

BMKG melaporkan bahwa gempa pertama terjadi di Pangandaran pada pukul 04.22 WIB dengan magnitudo 2,0. Pusat gempa berada di laut, sekitar 70 km Selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 58 km. Namun, BMKG menyampaikan bahwa informasi ini masih dalam proses pembaruan dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Sebelumnya, gempa juga terjadi di Bogor pada pukul 04.08 WIB dengan magnitudo 1,6. Pusat gempa berada di darat, 25 km Barat Daya Kota Bogor, Jawa Barat, dengan kedalaman 15 km. Informasi ini juga disertai disclaimer dari BMKG, menjelaskan bahwa data belum stabil dan bisa berubah.

Baca Juga:  Kembali Melaju, Rupiah Menguat ke Kisaran 13.400

Selain itu, gempa kecil lainnya terjadi di Subang pada pukul 02.26 WIB dengan magnitudo 2,3. Pusat gempa berada di darat, 6 km Timur Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan kedalaman 148 km. BMKG juga menegaskan bahwa informasi ini bersifat sementara.

Gempa berikutnya terjadi di Pangandaran pada pukul 01.43 WIB dengan magnitudo 1,9. Pusat gempa berada di laut, 36 km Selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 145 km. Sementara itu, gempa terakhir tercatat di Garut pada pukul 01.13 WIB dengan magnitudo 2,3. Pusat gempa berada di laut, 108 km Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kedalaman 11 km.

Skala MMI dan Persepsi Gempa

BMKG juga merujuk pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk menjelaskan persepsi gempa. Berikut penjelasannya:

  • I MMI: Getaran tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
  • II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan bergoyang.
  • III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
  • IV MMI: Dapat dirasakan oleh banyak orang, gerabah pecah, jendela bergoyang.
  • V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, barang terpelanting, bandul lonceng berhenti.
  • VI MMI: Dirasakan oleh semua orang, plester dinding jatuh.
  • VII MMI: Semua orang keluar dari rumah, kerusakan ringan terjadi.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, dinding terlepas.
  • IX MMI: Bangunan kuat rusak, pipa dalam rumah putus.
  • X MMI: Bangunan kayu rusak, tanah terbelah.
  • XI MMI: Bangunan sedikit yang masih berdiri, jembatan rusak.
  • XII MMI: Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah.
Baca Juga:  Kernet Angkot yang Begal Payudara di Dayeuhkolot, Bandung, Ditangkap

Tindakan Saat Gempa Terjadi

Agar tetap aman saat gempa terjadi, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  • Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, jangan panik. Tarik napas dalam-dalam, lihat keadaan sekitar, dan cari tempat aman untuk berlindung.

  • Di dalam rumah

    Jika sedang berada di dalam rumah, carilah meja sebagai tempat berlindung. Lindungi kepala dengan bantal, helm, atau tangan.

  • Di luar ruangan

    Jika sedang berada di luar, segera jauhi gedung dan tiang. Cari area terbuka dan tetap tenang.

  • Di kerumunan

    Jika sedang di kerumunan, ikuti arahan petugas dan segera menuju tangga darurat.

  • Di gunung atau dataran tinggi

    Bergeraklah ke daerah lapang dan hindari lereng yang rawan longsor.

  • Di laut

    Jika gempa terjadi di bawah laut, segera menuju dataran tinggi karena bisa terjadi tsunami.

  • Di dalam kendaraan

    Jika sedang berkendara, pegang erat dan berhenti di tempat yang aman.


Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.