Gempa Pagi Ini Guncang Bandung, Pusat di Darat dan Dangkal

by -
by
Gempa Pagi Ini Guncang Bandung, Pusat di Darat dan Dangkal

Gempa Bumi Terkini di Wilayah Jawa Barat

Pada Senin (6/4) dini hari, wilayah Priangan Jawa Barat kembali diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2,0. Gempa ini terjadi pada pukul 02.04 WIB dan berada di darat, sekitar 28 km Selatan Kabupaten Bandung. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 5 km, sehingga termasuk gempa dangkal.

BMKG menyampaikan bahwa informasi mengenai gempa tersebut masih dalam proses pengolahan data. Karena data yang masuk belum stabil, kemungkinan besar informasi akan berubah seiring kelengkapan data yang diperoleh. Hal ini disampaikan melalui akun resmi BMKG di X @bmkgwilayah2, dengan pesan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan pelaporan.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/4) malam, wilayah Pangandaran juga diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di laut, sekitar 89 km Selatan Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 63 km. Seperti gempa sebelumnya, BMKG juga menyampaikan disclaimer bahwa data yang tersedia belum sepenuhnya stabil.

Skala MMI dan Persepsi Getaran Gempa

BMKG merujuk pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk menggambarkan persepsi getaran gempa. Berikut penjelasannya:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca Juga:  Permendesa PDTT Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022

Tindakan yang Harus Dilakukan Saat Gempa Terjadi

Jika terjadi gempa, penting untuk tetap tenang dan segera melakukan langkah-langkah pencegahan:

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika sedang berada di dalam penginapan, carilah meja sebagai tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, papan, atau gunakan tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang, lalu menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan jangan melakukan apapun karena biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Jika sedang berada di kerumunan, perhatikan arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencari area terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika sedang berada di gunung, segera bergerak menuju daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena risiko longsoran sangat tinggi.

  6. Di laut

    Gempa di bawah laut bisa menimbulkan tsunami. Jika terjadi, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Jika sedang berkendara, peganglah erat agar tidak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan tetap di sana.

Baca Juga:  Endive: Si Pahit Menyegarkan, Rahasia Kelezatan Dan Kesehatan Tersembunyi


Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.