Istigasah Ciamis, Ulama Minta Penegak Hukum Lebih Berani Tangani KM 50

by -
by
Istigasah Ciamis, Ulama Minta Penegak Hukum Lebih Berani Tangani KM 50



JABARMEDIA, JAKARTA – Pimpinan Pondok Pesantren Dzikrul Huda Kabupaten Ciamis yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Himpunan Alumni Miftahul Huda (HAMIDA), KH Muhammad Nurdin mengungkapkan kekecewaannya terhadap penegakan hukum di Indonesia. Ia khususnya menyampaikan kekhawatiran terkait kasus KM 50 yang dinilai masih memunculkan banyak pertanyaan dan ketidakjelasan.

Pernyataan ini disampaikan Nurdin saat menghadiri acara Istigasah Kubro dan doa bersama untuk keselamatan umat, bangsa, dan negara yang digelar di Masjid Jami Umar Bin Khattab, Sindangbarang, Kabupaten Ciamis. Acara tersebut dihadiri oleh para ulama dan masyarakat setempat yang turut berdoa untuk kesejahteraan Indonesia, pada hari Minggu (5/4).

“Kasus KM 50 masih menyisakan banyak pertanyaan di hati masyarakat. Ada banyak hal yang tidak wajar, ketidakjujuran, serta ketidakadilan. Informasi yang kami terima pun belum lengkap,” ujar KH Nurdin.

Ia menekankan pentingnya keadilan yang jujur dan transparan dalam proses penegakan hukum. Menurutnya, aparat penegak hukum harus berani bertindak tanpa takut atau ragu-ragu.

“Kami berharap kepada para penegak hukum agar tidak takut untuk menegakkan hukum secara adil, jujur, dan benar-benar sesuai dengan prinsip kebenaran,” katanya.

Baca Juga:  Ronaldo Pastikan Madrid ke 16 Besar sebagai Juara Grup

Menurut Nurdin, masyarakat kecil hanya bisa berharap kepada para pemegang kekuasaan agar benar-benar menjunjung supremasi hukum yang dapat dipercaya dan terang benderang.

“Kami hanya berharap kepada para pengambil kebijakan agar menegakkan supremasi hukum secara terang benderang, dengan menjunjung kejujuran, kebenaran, dan keadilan,” ujar Nurdin.

Dia menekankan bahwa ikhtiar lahir harus diiringi dengan ikhtiar batin melalui doa.

“Usaha dan doa bersama ini adalah bentuk ikhtiar batin. Jangan hanya sekadar melakukan ikhtiar dhohir, karena doa meskipun tidak terlihat, sangat dirasakan. Bahkan Rasulullah menyebut doa sebagai senjata orang-orang beriman,” kata KH Nurdin.

Ia berharap doa bersama yang dipanjatkan dapat membawa manfaat bagi keselamatan umat, bangsa, dan negara.

“Semoga doa-doa ini diijabah Allah untuk keselamatan umat, bangsa, dan negeri kita tercinta,” ujarnya.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.