Waspadai Bahaya Paku di Jalur Balongan Indramayu

by -
by
Waspadai Bahaya Paku di Jalur Balongan Indramayu

Teror Ranjau Paku Mengintai Pengendara di Jalur Balongan

Beberapa waktu lalu, masyarakat yang melintasi jalur antara Desa Majakerta dan Desa Tinumpuk, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, kembali dihebohkan oleh kejadian aneh yang menimpa kendaraan mereka. Kejadian ini menunjukkan adanya tindakan tidak bertanggung jawab yang bisa membahayakan keselamatan pengendara.

Dua Kendaraan Tiba-Tiba Kempis Ban

Pada Senin (6/4/2026), dua unit mobil yang sedang melintasi jalur tersebut tiba-tiba mengalami kempis ban secara bersamaan. Hal ini terjadi pada waktu yang hampir sama, sehingga membuat banyak orang merasa khawatir. Bahkan, beberapa pengendara sepeda motor juga mengalami hal serupa, yang menunjukkan bahwa ancaman ini bukanlah isu palsu.

Petugas Polsek Balongan langsung merespons kejadian ini dengan cepat. Mereka melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kempis ban mendadak tersebut. Dari hasil penelusuran awal, ditemukan bahwa pelaku menggunakan metode yang cukup canggih untuk menyebar ranjau berbahaya di jalan raya.

Penemuan Pelat Besi yang Dipasang Baut

Kapolsek Balongan, AKP Dedi Wahyudi, menjelaskan bahwa aksi teror itu terjadi tepat di turunan jembatan jalur Majakerta-Tinumpuk. Dari temuan di lapangan, jajarannya menemukan pelat besi yang dipasangi baut menancap di ban kendaraan yang mengalami kempis.

Baca Juga:  Nenek Terkasihku Kini Tinggalkan Kami, Verrell Bramasta: Pelajaranku Tentang Makna Sabar

“Berdasarkan temuan di lapangan, ranjau yang digunakan bukan paku biasa, tetapi besi runcing yang sudah dimodifikasi secara khusus,” ujar Dedi Wahyudi saat ditemui di Mapolsek Balongan, Selasa (7/4/2026).

Ranjau tersebut dilas pada pelat besi di bawahnya, sehingga dapat berdiri tegak ketika disebar di jalanan. Ketika kendaraan melintas, ranjau ini akan menancap secara kuat ke dalam ban, menyebabkan kempis ban yang sangat berbahaya.

Aksi Terencana Pada Jam-Jam Rawan

Dari hasil penelusuran sementara, diduga pelaku teror tersebut beraksi secara terencana pada jam-jam rawan, yaitu kira-kira pukul 23.30 hingga 00.30. Kondisi jalur Majakerta-Tinumpuk yang relatif sepi menjadi alasan utama pelaku memilih waktu tersebut.

Dedi mengakui bahwa kondisi jalur yang sepi memudahkan pelaku untuk melancarkan aksi kejahatan tanpa terdeteksi. Ia pun meminta masyarakat lebih waspada saat melintasi jalur tersebut dan segera melapor ke Call Center 110 jika melihat orang yang gerak-geriknya mencurigakan.

Upaya Peningkatan Keamanan

Untuk mengatasi masalah ini, pihak kepolisian telah menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pengamanan dan mengintensifkan patroli rutin di sepanjang jalur Majakerta-Tinumpuk, terutama pada malam hari. Selain itu, personel gabungan juga ditempatkan di sepanjang jalur tersebut untuk memastikan keamanan warga dan mengungkap pelaku di balik aksi ini.

Baca Juga:  Daun Gedi: Keajaiban Tersembunyi Dari Sulawesi Utara, Manfaat Kesehatan, Dan Cara Kreatif Menyajikannya

Imbauan Kepada Masyarakat

Dedi Wahyudi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut. Ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku dan mencegah aksi serupa di masa depan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap dalang di balik aksi ini, dan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada,” kata Dedi Wahyudi.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.