Miskin Prestasi dan Banyak Korupsi, Menpora Diminta Mundur

by -2 views

KOMPAS.com/ANDREAN KRISTIANTO

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng, diminta melakukan introspeksi dan mengevaluasi diri atas berbagai hal buruk di dunia olahraga Indonesia sepanjang kepemimpinannya. Ditambah lagi banyaknya kasus-kasus korupsi.

Untuk menebus itu, Andi harus bersikap ksatria dengan mengundurkan diri.

Demikian disampaikan anggota Komisi X DPR, Zulfadhli di gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Menurut Zulfadhli, selama ini kinerja kementerian yang satu ini tak pernah beres dalam setiap melaksanakan event-event olahraga, seperti SEA Games dan PON. Prestasi secara umum olahraga Indonesia juga tak meningkat, bahkan cenderung menurun.

Fakta itu jutru diperparah dengan menonjolnya kasus dugaan korupsi dalam proyek keolahragaan yang menggunakan uang negara.

Insiden akibat mismanajemen, seperti amblesnya gedung Hambalang hingga ambruknya kanopi lapangan tenis di arena PON Riau sebelum sempat dipakai, menjadi pewarna tersendiri bagaimana buruknya pelaksanaan proyek.

“Semestinya Menpora sudah introspeksi dan mengevaluasi diri, bahwa sekian tahun kinerja kementerian itu memburuk, pelaksanaan event-event semakin tak beres,” kata Zulfadhli.

Zulfadhli menyadari, sulit untuk memaksa Andi dimundurkan dari posisi Menpora lantaran evaluasi kinerjanya berada di tangan Presiden SBY selaku pemegang hak prerogatif penunjukkan anggota kabinet. Maka, Andi bisa mundur dari jabatannya tergantung dari niat baik Presiden SBY.

Oleh karena itu, Zulfadhli menilai pejabat eksekutif di Indonesia seperti Andi perlu meniru etika yang dimiliki oleh pejabat di negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, di mana sebuah kegagalan ditebus dengan pengunduran diri.

“Saya pikir presiden juga tak buta dan pasti tahu kinerja menteri ini. Cuma memang perlu kesadaran. Kalau niat memperbaiki, tapi tak mampu, mestinya mengundurkan diri,” tegas Zulfadhli.

Di sisi lain, Zulfadhli juga mengingatkan agar auditor negara hingga aparat penegak hukum, segera mengusut tuntas kejadian-kejadian memprihatinkan yang terjadi di dunia olahraga, seperti banyaknya venue PON Riau yang rusak sebelum digunakan.

“Apakah itu tak sesuai karena dikorupsi? Yah belum tahu. Yang pasti itu tak beres. Masa’ arena belum dipakai, sudah ambruk? Itu pasti ada yang tak beres dan harus diusut,” tukas politisi Partai Golkar itu.

Sumber : www.tribunnews.com