BPBD: Cililin masih rawan longsor

by -767 views
by

longsor-cililinBencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Lembang, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ternyata masih harus diwaspadai.

Pasalnya, kondisi tanah diwilayah tersebut dikatakan masih sangat berpotensi terjadi longsor susulan. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Sigit.

“Tanah di sekitar lokasi longsoran masih labil, tak pelak jika kejadian longsor akan kembali terulang di wilayah tersebut,” jelas Sigit kepada Sindonews, Selasa (26/3/2013).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Sigit, peristiwa tersebut sudah pernah terjadi sekira tahun 2010, lalu.

“Tahun 2010 lalu, wilayah ini sempat terjadi longsor, namun tidak menimbulkan korban jiwa,” jelas Sigit.

Maka itu, peristiwa longsor tersebut dikatakannya merupakan kejadian terburuk sepanjang berdirinya KBB. Menurutnya, hal itu disebabkan kondisi tanah yang sangat subur, dan mudah terjadi pergerakan tanah.

Atas kondisi tersebut, pihaknyapun mengimbau kepada warga agar terus waspada akan bencana longsor susulan. Mengingat, kondisi tanah yang masih labil.

“Hujan, sangat berpotensi pergerakan tanah. Makanya kami imbau agar masyarakat sekitar lokasi terus waspada,” jelasnya.

Baca Juga:  Dede Yusuf, "Perlu Pemerataan Bantuan Logistik"

Berdasarkan informasi longsor pertama kali terjadi di Kampung Barumuncang sekira pukul 04.00 WIB, kemudian di Kampung Cikareo pukul 05.00 WIB, dan terakhir di Kampung Nagrok, pukul 05.30 WIB.

Diketahui, ada tiga kampung yang terkena longsor dan dampak longsoran tersebut. Yakni, Kampung Nagrok, RT4/7, Kampung Cikareo, RT3/7, dan Kampung Barumuncang, RT4/9.

sumber: sindonews.com

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.