Menuju Bandung 1 : Pertarungan Popularitas & Figur

by -
by

pilkada bdgPerebutan kursi wali kota dan wakil wali kota Kota Bandung 2013 bakal berlangsung sengit. Popularitas dan figur menjadi faktor menentukan berhasil atau tidaknya para calon menaklukkan sebanyak-banyaknya calon pemilih.

Kubu pasangan calon akan mengambil pelajaran dari pertarungan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat pada 24 Februari 2013 untuk memenangkan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung. Namun, sebagian kubu menilai hasil pilgub tidak bisa menjadi acuan hasil Pilwalkot Bandung.

Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Bandung Aan Andi Purnama optimistis Edi Siswadi-Erwan Setiawan dapat memenangkan pilwalkot dalam satu putaran. Dia mengaku ada perbedaan antara Pilwalkot Bandung dan Pilgub Jabar. Pada Pilgub Jabar, suara pasangan dari Partai Demokrat, yakni Dede Yusuf Macan Effendi- Lex Laksamana sedikit berada di bawah Aher-Deddy.

Dari hasil evaluasi, lanjut dia, hal itu disebabkan kurang optimalnya komunikasi, khususnya pasangan calon dengan masyarakat. Pasalnya, Dede- Lex harus berkeliling dengan masyarakat di 25 kabupatenkota lainnya di Jawa Barat.

”Jelas sangat berbeda dengan Pilwalkot. Pasangan calon yang kami usung sudah dikenal dan melakukan komunikasi intensif dengan masyarakat, jauh-jauh hari sebelum momen pilwalkot. Belum lagi ditunjang dengan gerakan mesin partai, ormas, serta relawan yang sudah menembus lapisan masyarakat paling bawah untuk mendorong pemenangan pasangan Edwan,” katanya.

Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bandung Aries Supriyatna juga yakin Ayi Vivananda- Nani Suryani Rosada akan memenangkan pilwalkot dalam satu putaran. Menurut dia, soliditas perangkat partai dan relawan sudah membuktikan perolehan suara yang cukup signifikan di Kota Bandung dalam upaya pemenangan pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki pada Pilgub Jabar 2013.

Baca Juga:  Daftar kolam renang di Tasikmalaya untuk liburan akhir tahun bersama anak

”Selisih angka perolehannya (Rieke-Teten) tidak jauh dengan pasangan incumbent. Padahal kami bergerak hanya bermodalkan semangat, tanpa ditunjang materi. Namun hasilnya luar biasa,”ungkap Aries saat dihubungi. Dia mengatakan, pendukung Ayi-Nani tidak hanya mengandalkan mesin partai, tetapi juga relawan. Apalagi, Ayi sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota Bandung mendampingi Dada Rosada, sudah dekat dengan para relawan dan masyarakat.

Sementara Nani Suryani yang merupakan istri Wali Kota Dada Rosada yang dikenal dengan baik kalangan masyarakat bawah serta jajaran birokrat. ”Itu merupakan modal kuat bagi kami untuk memenangkan satu putaran. Dan kami targetkan perolehan suara bagi pasangan Ayi-Nani bisa mencapai 44%”katanya.

Seperti diketahui, adapun perolehan suara pilgub di Kota Bandung, yakni pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang diusung PKS, serta tiga parpol lainnya berhasil memperoleh suara tertinggi, yakni 372.865 (32,45%). Pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana yang diusung Partai Demokrat dan tiga parpol lainnya menempati urutan kedua dengan perolehan 356.957 (31,07%) suara. Dan pasangan Rieke Diah Paitaloka-Teten Masduki memperoleh342.079suara( 29,77%).

Terkait hal ini, sayangnya dari pihak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Ridwan Kamil-Oded M Dhanial tidak ada memberikan konfirmasi setelah beberapa kali dikonfirmasi. Seperti diketahui, delapan pasangan sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bandung. Empat pasangan diusung partai politik dan empat pasangan lain berangkat dari jalur perseorangan.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Padjadjaran Muradi mengatakan, kendati pasangan Edi-Siswadi dan Ayi- Nani bisa dikatakan kuat karena memiliki tingkat keterkenalan lebih besar, tetapi banyak pula persoalan yang bisa melemahkan mereka.

Baca Juga:  Loyalis Anas minta SBY belajar dari Usman bin Affan

Pasalnya, Edi Siswadi sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung, dan Ayi Vivananda Wakil Wali Kota Bandung sudah dikenal lebih dulu oleh masyarakat dibanding pesaing-pesaingnya. ”Masyarakat bisa mengukur kemampuan kerja mereka berdasarkan kinerjanya, misalnya soal infrastruktur, kemacetan, sampah, PKL dan sejumlah persoalan lainnya,”papar Muradi.

Justru, kata dia, pasangan yang diusung PKS dan Gerindra Ridwan Kamil-Oded M Danial memiliki peluang lebih besar dibanding rivalnya. Sebab mereka bukan incumbent. Terlebih PKS menunjukkan keberanian mengusung Ridwan Kamil sebagai calon walikota, padahal terbilang bukan kader PKS.

”Ridwan Kamil juga memiliki kans lebih besar di kalangan pemilih pemula. Dan mereka tidak punya cela karena bukan incumbent. Adapun Oded yang merupakan kader PKS, isu korupsi para petinggi PKS kan adanya di tingkat nasional. Pengaruhnya kurang begitu berarti di masyarakat tingkat bawah,” katanya.

Untuk pasangan calon yang diusung partai Golkar, MQ Iswara-Asep Dedi, menurutnya, pengusungan itu cenderung dipaksakan. Dia menyayangkan hal itu, mengingat posisi Golkar yang nyaris tidak bisa melakukan pengusungan karena kekurangan suara di parlemen. ”Sampai-sampai memaksakan mencari parpol nonparlemen yang jelas-jelas sudah mengusung pasangan lain. Saran saya, lebih baik Partai Golkar merapat saja ke partai lain, bersama-sama mengusung calon yang sudah ada,” ujar Muradi.

Menurut dia, jika berkaca pada Pilgub Jabar, pasangan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim tidak mendapat dukungan yang signifikan dari masyarakat Kota Bandung. Sementara itu, KPUD Kota Bandung akhirnya menerima pendaftaran pasangan Muhammad Qudrat Iswara-Asep Dedi Ruyadi yang diusung Partai Golkar dan 15 partai nonparlemen.

Baca Juga:  Terminal Baranangsiang Molor, Warga Diminta Bersabar

Seperti diberitakan sebelumnya, dukungan parpol nonparlemen terhadap pasangan ini belum dilengkapi keabsahan kepengurusan partai. Hal itu terkait dengan keabsahan berkas partai pendukung pasangan ini. Ketua Pokja Pencalonan KPUD Kota Bandung Evie Ariadne Shinta Dewi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah berkonsultasi dengan semua komisioner KPU Kota Bandung.

Dalam konsultasi tersebut, diputuskan KPU mene-rima pendaftaran pasangan Iswara- Asep Deddy ini. ”Semalam (Minggu, 17/3), kita sudah berkonsultasi dengan semua komisioner KPU. Hasilnya, menerina pendaftaran pasangan yang diusung Golkar dan 15 partai nonparlemen ini,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Menurut Evie, dokumen pendaftaran yang sudah diserahkan ke KPUD pada saat pendaftaran bisa diterima. Sehingga pasangan ini diberi toleransi dalam melengkapi dan memperbaiki, pada masa perbaikan yang sudah ditentukan dalam tahapan Pilwalkot Bandung 2013. ”Kekurangan yang masih ada termasuk lampiran berkas keabsahan kepengurusan Partai Indonesia Sejahtera (PIS) dan Partai Barisan Nasional. Jadi (masa) perbaikan tersebut adalah tanggal 17-24 Maret,” ucapnya.

Meski perbaikan telah dilakukan, tapi hal tersebut belum tentu memenuhi syarat setelah dilakukan verifikasi. ”Hal ini, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2012 pasal 95 ayat (1),” katanya. Sementara itu, bakal calon wali kota dari PDIP Ayi Vivananda mengaku sedang menyusun visi-misi. ”Saya tetap mengerjakan kewajiban sebagai wawalkot sementara melengkapi syarat-syarat yang belum. Seperti keterangan tidak pailit, memiliki utang, dari Pengadilan Niaga,” kata dia.

Kini, pihaknya masih menginventarisasi masalah, untuk dicarikan pemecahannya sebagai visi-misi. ”Akan disesuaikan masing-masing poinnya, sesuai, diawali dengan daftar inventarisasi masalah,” kata Ayi. atep abdillah kurniawan/ gita pratiwi

Sumber : koran-sindo.com

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.