
Malala adalah pendukung vokal untuk pendidikan anak perempuan. Harvard mengganjarnya dengan Peter J. Gomes Humanitarian Award sebagai apresiasi pada kiprah Malala.
Presiden Harvard, Drew Gilpin Faust, mengatakan dirinya senang menyambut kedatangan Malala karena kepentingan mereka sama dalam hal pendidikan.
Malala, yang kini berusia 16 tahun, dalam sambutannya mengatakan dirinya berharap dapat menjadi politikus. Sebab, politikus dapat memiliki pengaruh dalam skala yang lebih luas. Dia bernostalgia tentang daerah asalnya, Lembah Swat. Dia berharap untuk kembali ke sana suatu hari nanti.
Malala ditembak di kepala pada Oktober lalu. Militan mengatakan dia diserang karena kritis terhadap Taliban, bukan karena pandangannya tentang pendidikan. (tempo.co)







