“Pagi-pagi Cium Tangan Saya, Pamit Mau Pergi Jauh…”

by -465 views
by

tauranAksi tawura yang mengakibatkan nyawa seorang pelajar SMK 1 Boedi Oetomo, Aditya (16), melayang membawa duka mendalam bagi ibundanya, Tarmini. Ia mengatakan, Aditya pamit mencium tangannya sebelum berangkat sekolah, dan berpamitan bahwa ia akan pergi jauh.

“Itu anak pagi-pagi berangkat sekolah, pamit sambil cium tangan saya. Dia bilang mau pergi jauh. Ya, Allah,” kata Tarmini sambil menangis di Mushala Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).

Tarmini menyatakan mengetahui kabar Aditya meninggal dari Endang, tetangganya. Saat dimintai keterangan oleh para pewarta, Tarmini tak mampu menahan amarah atas perilaku tersangka yang menghabisi nyawa anaknya.

Tarmini mengaku tidak terima anaknya dibunuh, seolah-olah binatang yang pantas dilukai dengan senjata tajam. Wanita paruh baya ini pun ingin mencari tahu dan memaki pelaku yang membuat nyawa anaknya melayang.

Tarmini mengatakan, dalam kesehariannya, Aditya adalah anak yang memiliki kepribadian baik dan biasa saja. Aditya memang kerap pulang sore hari apabila sedang ada pelajaran tambahan di sekolah.

Baca Juga:  Jokowi Marah: Saya Tak Apa Dikatakan Gila, Tapi Jangan Mencatut!

“Anak saya perilakunya biasa-biasa saja. Saya pun enggak ada firasat apa-apa. Saya kira anak saya pulang telat karena ada pelajaran tambahan di sekolah. Anak saya memang sering izin seperti itu,” ucap Tarmini.

Sebelumnya diberitakan, aksi perkelahian antarpelajar di flyover Jalan Letjend Soeprapto, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014) sekitar pukul 15.00 WIB mengakibatkan seorang pelajar tewas. Korban adalah Aditya (16) pelajar SMK 1 Boedi Oetomo (Boedoet), Pasar Baru, Jakarta Pusat.
(kompas.com)

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.