
Hendra (38), warga Desa Ancol mengaku kaget ketika tiba-tiba ada kawanan monyet yang muncul dari rimbunan semak belukar datang dan langsung menyerangnya. Dia juga mengatakan, keberadaan monyet-monyet tersebut sebenarnya sudah ada sejak beberapa minggu yang lalu. Namun mulai menyerang warga, serta merusak genting-genting rumah terjadi sejak, Senin (1/9).
“Saya enggak tahu, tiba-tiba monyet-monyet itu muncul dan langsung menyerang,” ujar Hendra saat diwawancarai Banten Raya (Grup JPNN), Selasa (2/9).
Hendra juga mengaku, usai digigit dan dicakar oleh monyet-monyet tersebut ia langsung lemes dan mual-mual, seperti mau muntah. Saat ini, kata Hendra, warga desa tersebut masih terus melakukan perburuan terhadap kawanan monyet tersebut. “Habis digigit, badan lemes, rasanya mau muntah. Sekarang juga masih terasa, malah seperti panas dalam. Badan panas semua,” ujar Hendra.
Dimintai keterangan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaeni mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim medis dari kecamatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para korban gigitan dan cakaran monyet. “Kami sudah melakukan tindakan, dan menerjunkan tim medis, untuk memeriksa mereka, serta memberikan pencegahan dari bahaya gigitan monyet-monyet tersebut,” katanya.
Sementara, Camat Solear, Dadang Nugraha mengungkapkan, kawanan monyet luar tersebut diduga berasal dari hutan di sekitar wilayah Solear yang habitatnya terusik. Sehingga kebingungan, dan menyerang siapa saja yang ditemuinya. “Kemungkinan, monyet-monyet itu terusik habitatnya, sehingga mengamuk terhadap siapa saja yang ditemuinya,” pungkasnya.
(jpnn)







