Sejumlah petani singkong di wilayah Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, kini dibuat resah dengan anjloknya harga singkong yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
Dimana harga singkong yang pada bulan lalu masih bisa dijual dengan kisaran harga Rp2.000,- per kilo gram, sekarang tiba-tiba malah menurun drastis hingga kisaran Rp 1.000,- per kg.
Penurunan harga ini, tentu membuat para petani singkong menjadi was-was, sebab apabila harga singkong atau ubi kayu itu terus menurun, maka pada musim panen kali ini, mereka pasti bakal mengalami kerugian.
Seperti diungkapkan Arief Imanudin, petani singkong asal Dusun Baregbeg, Desa/Kecamatan Tanjungmedar, Senin 31 Agustus 2020.
Menurut Arief, saat ini di daerahnya memang sedang musim panen singkong. Namun musim panen kali ini, tentu sangat berbeda karena tidak akan segembira pada saat menghadap musim panen singkong tahun lalu.
“Kami semua kan sangat menantikan sekali hasil panen ini. Namun kalau harganya anjlok seperti sekarang, jangankan dapat untung, buat modal penanaman kembali juga mungkin tidak akan cukup. Makanya mau memanennya juga males,” kata Arief.
Dijelaskan Arief, tanaman singkong miliknya yang siap panen sekarang diperkirakan seluas 1 hektar. Jika harga jual singkong itu normal, pasti dia akan mendapat keuntungan yang lumayan besar untuk membantu pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari di masa pandemi ini.
Namun bila harganya terus menurun di bawah Rp 1.000,- per kg, maka jangankan dapat untung, untuk pemenuhan biaya penanaman singkongnya juga masih kurang.
Keluhan yang sama, diungkapkan pula oleh Sahnib, petani singkong asal Dusun Cisangge, Desa/Kecamatan Tanjungmedar.
“Dalam kondisi seperti sekarang, ekonomi dirasakan sedang serba sulit, sementara kebutuhan malah terus meningkat. Makanya untuk memenuhi kebutuhan hidup ini, kami sangat mengandalkan dari hasil panen singkong yang sekarang,” katanya.
Namun kenyataannya justru malah di luar perkiraan. Di saat mereka akan memetik hasil dari usahanya selama berbulan-bulan, ternyata harga jual singkongnya malah anjlok.
Akhirnya, harapan petani untuk bisa mendapatkan untung dari hasil panen singkong kali ini pun, mungkin bakal jadi sirna.
“Harapan kami, mudah-mudahan besok atau lusa harga singkong ini dapat kembali naik, supaya kami bisa mendapatkan untung dari hasil pertanian ini,” ujarnya
(Pikiran rakyat)







