JABARMEDIA.COM – Warga Kuningan masih dibayang-bayangi teror serangan kera liar jenis ekor panjang (Macaca Fascicularis). Dalam kasus terbaru, 2 ekor kera liar berdatangan ke lingkungan Kondang RT 8 RW 3 Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur. Petugas Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan punya solusi pengusiran bagi warga setempat.
Untuk masyarakat Kuningan yang bermukim dekat dengan hutan habitat Macaca Fascicularis, Kepala UPTD Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh. Khadafi Mufti memiliki tips sehingga kera liar jenis ekor panjang bisa terusir kembali ke asalnya.
Sebelumnya diberitakan, dua ekor Macaca Fascicularis mencapai permukiman warga di Cipari, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis, 6 Juli 2023. Kemunculan hewan liar itu mulanya diketahui warga setempat bernama Iin (56). Ia mengaku melihat sendiri dua kera liar menaiki atap rumahnya. Khawatir keberadaan hewan tersebut membahayakan, Iin segera melaporkan kejadian ke petugas pemadam kebakaran (damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan.
Kepala UPTD Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh. Khadafi Mufti memastikan pengerahan satu regu damkar, dalam pemburuan dua ekor kera yang dirujuk Iin. Pencarian sayangnya tidak membuahkan hasil, lantaran kedua kera tersebut berhasil melarikan diri ke area perkebunan warga setempat.
“Anggota kami (Regu Damkar) sudah melakukan pencarian di sekitar permukiman, termasuk di sekitar atap rumah. Namun kera liar yang meresahkan warga itu tidak ditemukan. Diduga melarikan diri ke area perkebunan,” kata Khadafi, Kamis, 6 Juli 2023.
Sejak 2022, UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan telah menyosialisasikan saran pengusiran kera liar bagi warga Kuningan. Gerombolan kera liar itu, kata Kepala UPTD Satpol PP Kabupaten Kuningan, Mh. Khadafi Mufti bisa diusir dengan dua cara. Tips ini dapat melindungi warga tanpa harus menyakiti si kera liar.
Pertama, warga dapat mengusir kera dengan membuat petasan cair. Petasan ini bahan karbit dicampur air secukupnya. Nantinya, benda itu hanya akan menimbulkan suara tanpa percik api berbahaya. Petasan cair tersebut selanjutnya disimpan di tempat yang sering didatangi kera liar.
“Bunyi dari suara ledakan (petasan cair) akan mengusir kera liar,” ucap Khadafi dalam keterangannya, 18 Januari 2022 lalu.
Kedua, warga dapat menggunakan bahan campuran terasi batang dan campuran kamper barus untuk mengusir kera liar. Kedua bahan itu mula-mula dicampur dan ditumbuk halus. Hasil campuran berbentuk serbuk itu lalu dimasukan ke dalam kain dan diikat menggunakan tali dengan takaran satu sendok makan.
“(Kain) lalu digantungkan di pohon atau tanaman palawija atau bangunan yang sering didatangi kera,” ujar Khadafi lagi.
Teror kera liar jenis ekor panjang di Kuningan diketahui bukan masalah baru, melainkan telah berlangsung selama satu tahun, sejak Januari 2022. Sebanyak 4 koloni kera liar Macaca fascicularis didapati di wilayah hutan Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Sekitar 150 ekor kera mendiami wilayah hutan tersebut, dengan sebaran seluas kurang lebih 20 hektare.
Jumlah itu diketahui berdasarkan hasil mitigasi oleh UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Selasa, 18 Januari 2022 lalu. Mitigasi digelar setelah adanya laporan serangan kawanan kera liar yang merusak di permukiman warga Blok Sampora, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi.
(Pikiranrakyat/idram)







