JABARMEDIA.COM – Kasus dugaan pelecehan seksual guru dan tukang kebun yang terjadi di SMP Negeri 1 Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah mencuat ke permukaan.
Diduga kasus ini melibatkan seorang guru kerohanian dan seorang tukang kebun dengan jumlah korban yang mencapai 7 siswi.
Wali murid bernama Lia mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap pada saat pembagian rapot bulan Desember 2023.
Menurut Lia, pihak sekolah diduga menyembunyikan kasus pelecehan ini. Informasi pertama kali muncul ketika seorang orang tua menceritakan bahwa anaknya mengadu kepada wali kelasnya mengenai pelecehan yang dilakukan oleh seorang tukang kebun.
Lia mengekspresikan kekhawatirannya karena anak perempuannya juga mengalami sentuhan tidak pantas dari tukang kebun tersebut.
Namun, saat Lia berusaha menyampaikan permasalahan ini kepada pihak sekolah, tidak ada tanggapan yang memuaskan.
Meskipun telah dilaporkan, tindakan yang diambil oleh pihak sekolah terhadap tukang kebun dianggap Lia tidak memadai.
Bahkan, ketika dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum guru mencuat, pihak sekolah terlihat menutup-nutupi masalah tersebut.
Warga dan Orang Tua Geruduk Sekolah
Ketidakpuasan masyarakat terhadap penyelesaian kasus ini semakin meruncing ketika warga dan orangtua siswa menggeruduk sekolah pada Kamis kemarin akibat kasus pelecehan yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru.
Kapolsek Cigombong menyatakan bahwa tidak ada laporan resmi yang masuk terkait insiden tersebut.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah mengenai kasus pelecehan seksual yang telah mencuat.
Terus terang, perlakuan seperti ini tidak akan memberikan efek jera kepada pelaku dan hanya akan merugikan korban dan masyarakat secara keseluruhan.
Di tengah kondisi yang genting ini, sangat penting bagi pihak berwenang, termasuk sekolah dan kepolisian, untuk segera mengambil tindakan yang tegas dan transparan.
Kasus pelecehan seksual merupakan tindakan kejahatan serius yang harus ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh tanpa ada toleransi.
Kita sebagai masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada korban dan mendukung proses hukum yang adil.
Marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan agar aman dan terhindar dari berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan.
Semoga kasus ini dapat diungkap dengan segera dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.








