11 petunjuk penting untuk menjaga kesehatan mental, termasuk insomnia atau masalah tidur, serta perubahan pola makan harian yang patut dicermati.
TRIBUNSYTLE.COM –
Dalam kesibukan harian kita serta berbagai kewajiban yang dipikul, sering kali menjadi tantangan untuk menyadari saat tubuh memberikan sinyal peringatan kepada kita.
Terdapat perbedaan halus di antara tekanan ekstrem dan tantangan yang bermanfaat bagi kesehatan, ketakutan serta kekhawatiran yang berkembang menjadi rasa nyeri, berbanding terbalik dengan kondisi psikologis yang cenderung tidak baik.
Menurut American Psychological Association, metode optimal untuk mencapai harmoni dan merawat kesehatan mental Anda ialah dengan sengaja mengatur batasan. Kenali faktor-faktor penyebab stres dalam rutinitas sehari-hari Anda lalu alihkan pada pola perilaku yang mendukung kesejahteraan psikologis dan emosi Anda.
Mulai dari rutinitas harian kita, terdapat berbagai tanda yang menunjukkan jika tubuh Anda mencoba memberitahu bahwa Anda mungkin tidak cukup peduli tentang kesehatan mental Anda.
Banyak di antara hal-hal tersebut bermula sebagai masalah kecil. Mengetahui serta menyelesaikan gejala-gejalanya dapat membangun fondasi untuk kesehatan fisik yang lebih baik dan situasi psikologis yang terkendali dengan tepat.
Berikut ini adalah 11 tanda-tanda yang mungkin diberikan oleh tubuh untuk memberitahu Anda jika Anda tidak peduli dengan kesehatan mental Anda:
1. Sinyal ketakutan bangkit tanpa memedulikan kondisi psikis.
Banyak orang, terlepas dari diagnosis kecemasan, berjuang dengan kecemasan pagi, menurut psikiater Steven Gans.
Dengan pikiran balap, kegugupan, sakit kepala, dan gemetar, orang-orang dengan kecemasan pagi sering memulai hari mereka dalam “mode fight-or-flight” yang konstan, tidak dapat mengatur diri mereka sendiri bahkan sebelum mereka bangun dari tempat tidur.
Penyebab kecemasan pagi dapat bervariasi, tergantung pada situasinya.
Bagi banyak orang, ini adalah gejala stres kronis di tempat kerja mereka tidak hanya khawatir harus masuk tetapi segera kelebihan beban dengan informasi dan kecemasan tentang semua yang harus mereka lakukan ketika mereka bangun.
Untuk orang lain, hal itu merupakan indikasi dari diagnosa kecemasan mereka serta kadar kortisol yang meninggi pada saat subuh – yaitu hormon stres yang diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme penanganannya.
Menangani ketakutan di pagi hari dan mengenali hal tersebut sebagai salah satu metode tubuh Anda memberitahu Anda bahwa Anda mungkin telah melupakan kesejahteraan psikologis Anda bisa tampak beragam bagi setiap individu.
Ahli seperti Gans merekomendasikan untuk mencari tahu metode paling tepat bagi diri sendiri dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik, mengurangi penggunaan perangkat elektronik di awal hari, berolahraga sebelum mulai bekerja, atau membatasi konsumsi kopi.
2. Perubahan drastis pada kebiasaan makan Anda mengungkapkan stres kronis.
Saat tubuh kita sangat sibuk mengatasi stres dan kekhawatiran dalam kehidupan sehari-hari, pola perilaku fundamental kita cenderung kembali kepada membakar diri sendiri secara berlebihan.
Mulai dari istirahat sampai pola makan, perubahan ini dapat berperan sebagai sinyal lembut yang menunjukkan bahwa tubuh Anda mencoba memberitahu Anda tentang ketidakpedulian terhadap kesejahteraan psikologis Anda. Namun dalam jangka panjang, dampaknya pada mutu kehidupan Anda bisa cukup signifikan.
Ketegangan bisa menyebabkan perubahan bobot tubuh serta pola asupan makan yang kurang baik dalam bermacam kasus.
Dari berusaha mencari waktu untuk menjalani diet yang sehat di antara rutinitas sibuk demi mendapatkan makanan cepat saji sebagai cara mengatasi stres hingga akhirnya hilang selera makan Anda.
Mengidentifikasi perubahan halus pada pola makan Anda bisa memudahkan Anda dalam menjaga kesejahteraan diri, menentukan pembatasan yang tepat, serta mengelola stres sebelum ia mencapai tingkat yang sangat signifikan.
Studi yang diterbitkan oleh Frontiers in Endocrinology mengklaim bahwa kapabilitas tubuh dalam menimbun lemak bersama dengan kadar hormon stres seperti kortisol memiliki dampak pada berat badan individu.
Oleh karena itu, meskipun pola makan Anda selalu stabil, variasi pada berat badan dapat menandakan adanya tekanan yang berlebihan atau gangguan emosi dalam hidup Anda.
3. Pikiran negatif dalam diri Anda terus-menerus menimbulkan keraguan diri serta ketidaknyamanan.
Bila kita terjatuh dari pola hidup sehat yang meningkatkan rasa percaya diri serta mendorong perasaan nilai diri, tekanan dan ketakutan bisa berdampak pada cara kita menghadapi kritikan dalam hati sendiri sehingga membuatnya menjadi lebih dominan daripada dialog internal biasanya dan mencetuskan keraguan akan kemampuan diri.
Kritikus batin kita yang keras berkembang ketika kebiasaan dan pola pikir kita yang sehat dikompromikan.
Memaksakan diri kita untuk menerima perilaku tidak sehat seperti menjadi terlalu menyesuaikan dengan orang lain dan selalu mencari penghargaan dari luar, bisa memicu suara hati nurani yang merugikan dalam diri kita. Ini dapat membawa kepada masalah cemas dan frustasi, yang pada gilirannya bisa berubah menjadi gejala fisik semacam sakit kepala, rasa lelah secara konstan, serta pola tidur yang buruk.
Meskipun suara internal negatif tersebut mungkin bukan merupakan sebuah pengalaman fisik, namun kekhawatiran dan frustasinya yang bertambah bisa menampilkan gejala-gejala secara fisikal.
4. Rasa lelah sepanjang hari disebabkan oleh energi yang rendah.
Ketakutan, tekanan, serta kondisi psikologis yang biasanya tidak baik sering kali memicu pola tidur yang buruk seperti insomnia dan cemas di pagi hari. Hal ini bisa menyebabkan rasa letih sepanjang harinya.
Akan tetapi, terdapat lebih sedikit energi rendah dibandingkan dengan jumlah tidur yang kamu peroleh.
Menurut pakar paru-paru Nick Villalobos, fluktuasi hormonal bersama dengan tekanan emosi seperti stres, cemas berlebihan, dan rasa lelah ekstrem bisa mengakibatkan kondisi tubuh selalu merasa kurang tenaga serta sangat letih sehingga mengganggu kemampuan berkonsentrasi dan fokus pada aktivitas sehari-hari.
Saat tubuh kita berusaha menghadapi stres dengan melepaskan hormon dan fokus pada kecemasan pikiran kita, daya tahannya menjadi terbatas dalam menjalani dan menuntaskan aktivitas sehari-hari.
5. Kurang konsentrasi menunjukkan adanya beban berlebih di pikiran.
Walaupun memang benar bahwa stres terkadapat bisa meningkatkan fokus seseorang dalam jangka pendek, hal ini dapat mendorong orang tersebut untuk menginspirasikan dirinya sendiri saat menyelesaikan suatu pekerjaan.
Mustahil untuk menangani tekanan dan ketidaknyamanan yang sangat besar setiap saat, apalagi jika tidak memiliki strategi penanganan masalah yang baik.
Saat Anda meninggalkan rutinitas baik atau jadwal yang menekankan asupan dan pemulihan, hal ini dapat merugikan kesejahteraan psikologis Anda, sering kali menyebabkan penurunan ketajaman pikiran serta fungsi kognitif otak.
Hal ini tidak hanya menjadikan ruang dalam kehidupan kita penuh dengan hal-hal yang dapat menyebabkan stres, sepeti pekerjaan menjadi semakin sulit untuk dijalani dan sukses.
namun juga mengajak kita untuk meragukan kemampuan diri kita dan biarkan kritikan internal yang tegas mendatangkan gangguan pada kesejahteraan mental serta kestabilan kita.
6. Rasa sakit di kepalanya terus-menerus mengindikasikan adanya tekanan yang tak berkesudahan.
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam World Psychiatry, rasa sakit berkelanjutan, pusing kepala, serta lemah pada otot merupakan sejumlah indikasi tubuh Anda memberi tahu Anda tentang pengabaian terhadap kesejahteraan psikologis Anda.
Sebagai perwujudan fisik dari kecemasan atau kelelahan yang luar biasa, gejala-gejala ini bisa sulit untuk benar-benar diatasi tanpa menyelam ke sumber kesehatan mental dan kebiasaan Anda yang buruk.
7. Insomnia merupakan indikasi adanya gangguan tidur yang disebabkan oleh ketakutan.
Psikiater Nicole Washington mengatakan bahwa stres serta kondisi psikologis yang kurang sehat umumnya memicu pola tidur yang tak teratur, di mana kita kesulitan untuk terlelap, sulit bertahan dalam keadaan tertidur, dan meraih kualitas rileksasi yang optimal.
Di luar tubuh kita menanganinya dengan hormon stres, tidak bisa otak kita berhenti bekerja saat kita selalu bertarung melawan tekanan dan cemas ini bisa membuat rutinitas tidur kita bergejolak, merusak potensi kita untuk sungguh-sungguh rileks dan sepenuhnya meregenerasi diri lewat istirahat.
8. Ketidaknyamanan pada waktu siang mengungkapkan tekanan emosional.
Walaupun berusaha untuk memiliki pola tidur yang teratur dan bangkit dengan rasa segar, banyak individu yang mengabaikan kesejahteraan psikologisnya merasa cemas sepanjang hari.
Seperti halnya konsumsi kafein berlebihan, individu yang menderita cemas dan stres kronis juga bisa merasakan fluktuasi mood, mudah tersinggung, serta ketidakseimbangan psikologis sepanjang hari.
Meskipun mengisi ulang baterai saat jadwal sibuk bisa menjadi suatu tantangan, beberapa menit istirahat pun dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman tersebut dan mendukung Anda untuk mencapai tingkat kesehatan yang baik.
9. Sakit perut mengindikasikan adanya masalah pada sistem pencernaan yang dipicu oleh stres.
Tubuh kita sering kali mengirimkan tanda saat kita tidak memperdulikan kesehatan mental, dan salah satunya ialah munculnya gangguan pada sistem pencernaan sebagai bentuk peringatannya.
Para pakar dari UChicago Medicine menyatakan bahwa terdapat keterkaitan yang signifikan antara otak dan saluran pencernaan kita. Ketika kita merasakan tekanan atau ketidaknyamanan mental, tubuh memproduksi hormon serta bahan kimia lainnya guna mendukung penanganannya.
Akan tetapi, hal ini sering mengakibatkan gejala semacam nyeri di bagian perut atau rasa tak enak seolah ada kupu-kupu berterbangan di dalamnya.
Selain itu, banyak orang yang berjuang dengan masalah mental cenderung mencari pelarian dengan kebiasaan buruk seperti alkohol atau merokok, yang justru bisa memperburuk masalah pencernaan.
Agar dapat meminimalkan tanda-tandanya, sangat disarankan untuk tetap menjalani gaya hidup seimbang dan juga melaksanakan metode kesadaran diri atau mencari bantuan dari profesional kesehatan mental.
Usahakan untuk mengecilkan asupan gula buatan dan makanan siap saji, sambil memperketat penggunaan kafein.
Dengan metode ini, Anda dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan serta mencegah gejala fisik yang tak menyenangkan sebagai indikasi bahwa tubuh Anda memerlukan perhatian terhadap kesejahteraan mental.
10. Kabut di Otak: Pengaruh Berlebihan dalam Kemampuan Kognitif Sebabkan Ketidaknyamanan Mental
Berdasarkan informasi dari Rumah Sakit Internasional Bangkok, tubuh kita akan menunjukkan gejala-gejala fisik saat kita tidak memperduliakan kesehatan mental. Salah satu indikasi umum yang timbul adalah hilangnya fokus atau disebut juga brain fog.
Ketika kita terus-menerus bekerja hingga kelelahan, merasa cemas, dan stres, otak kita dibebani dengan informasi yang begitu banyak, sehingga membuatnya sulit untuk beristirahat dan mengisi ulang energi.
Sebaliknya dari menanganinya dengan efektif, otak kita berjuang untuk menjaga keseimbanganannya, yang pada akhirnya menciptakan kebingungan mental.
Hal ini dapat membuat bingungan besar karena kami jadi kesulitan untuk konsentrasi, berfikir dengan baik dan juga termotivasi. Agar bisa menangani kabut otak tersebut, diperlukan pengenalan terhadap penyebab stress dalam kehidupan sehari-hari yang biasanya diabaikan.
Usahakan untuk menyiapkan satu jam setiap hari demi kegiatan relaksasi dan fokus terhadap diri Anda sendiri.
Walaupun menyingkirkan seluruh tekanan dan ketakutan secara instan mungkin tak dapat dicapai, kita tetap bisa memulainya dengan cara mengendalikan tanda-tandanya melalui pembentukan perilaku serta pemahaman berpikir yang lebih baik.
11. Kekakuan Otot serta Stres Mental yang Belum Ditangani
Banyak dari kami yang kerap merasa gugup atau tertekan mungkin tak menyadari bahwa tubuh kami berkedut sebagai respons terhadap perasaan serta emosi negatif di dalam pikiran.
Apakah itu dengan mengepal tangan atau membuat bahu kami naik tinggi, tubuh yang selalu kaku bisa mengganggu waktu istirahat dan justru bisa menyebabkan gejala fisik seperti sakit kepala atau kelelahan.
Ahli dari Johns Hopkins Medicine menyatakan bahwa perilaku seperti menekuk rahang atau menderet gigi saat tidur, biasanya disebabkan oleh ketakutan atau tekanan, dapat memicu sakit kepala berkelanjutan serta sensasi tak enak lainnya.
Walaupun perubahan-perubahan sederhana seperti mencoba mengendurkan otot sepanjang hari bisa tampak susah, namun itu amat vital bagi peningkatan mutu hidup dan membuat kita lebih paham tentang betapa berguna-nya melakukan latihan relaksasi serta manajemen emosi.
(TribunSytle.com/Aris/yourtango)









