5 Jenis Orang Sebaiknya Hindari Mengonsumsi Alpukat

by -114 views
by
5 Jenis Orang Sebaiknya Hindari Mengonsumsi Alpukat


JAKARTA,

Alpukat sudah lama diakui sebagai makanan bergizi tinggi yang memiliki berbagai keuntungan. Ini dipenuhi dengan beragam zat gizi seperti serat, lemak baik, vitamin C, vitamin E, vitamin B6, kalium, magnesium, serta asupan folat.

Dipersalahkan untuk bisa mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung serta merawat fungsi otak. Menurut informasi dari situs web Cleveland Clinic, sebagian orang biasanya dianjurkan memakan antara 1/2 sampai dengan 1 biji alpukat setiap harinya.

Walau kaya nutrisi dan baik untuk kesehatan, tidak semua orang diperbolehkan makan alpukat. Beberapa individu perlu menahan diri atau bahkan menjauhi buah tersebut.

Menurut situs web WebMD, berikut adalah daftar individu yang sebaiknya menghindari konsumsi alpukat atau membatasi asupannya.

1. Alergi lateks

Intoleransi lateks, yang juga disebut sebagai kepekaan terhadap lateks, merupakan kondisi di mana seseorang memiliki reaksi negatif terhadap bahan lateks. Penderita intoleransi lateks harus menghindari konsumsi alpukat karena dapat meningkatkan risiko syok, yang ditandai dengan kesulitan bernapas atau timbulnya ruam merah serta rasa gatal pada kulit.

Baca Juga:  MUI Kuningan Ciptakan Studio Podcast untuk Dakwah

Ini terjadi karena ada zatzat seperti latek di dalam buah alpokat. Tubuh orang dengan alergi latek bisa keliru menanggap protein tersebut sebagai latek, menyebabkan timbulnya respons alergi.

2. Orang dengan penyakit liver

Penderita penyakit hati sebaiknya menghindari konsumsi buah alpukat karena beberapa varietas di dalamnya memiliki kandungan estragole dan anethole.

Kedua hal tersebut dapat memperbesar kemungkinan terjadinya gangguan pada lever apabila dikonsumsi secara berlebihan.

2. Seseorang yang memiliki gangguan pada sistem pencernaan

Orang yang memiliki gangguan pada sistem pencernaan, misalnya iritasi gastrointestinal, dilarang untuk memakan alpokat. Karena, buah tersebut bisa menyebabkan iritasi menjadi lebih berat.

Alpukat memiliki kandungan FODMAPs (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, dan Polyols). Zat-zat tersebut adalah tipe karbohidrat spesifik yang bisa susah ditelan oleh sebagian orang.

Sebagian individu yang memiliki masalah pada sistem pencernaan seperti sindrom iritasi kolon (IBS) ataupun alergi terhadap senyawa FODMAPs bisa merasakan keluhan berupa bengkak di perut, produksi gas, atau bahkan diare ketika memakan hidangan dengan kadar FODMAPs tinggi.

Baca Juga:  Siap Sambut ISL, Persib Coret Dua Penyerang

3. Obesitas

American Medical Association menetapkan obesitas sebagai kategori penyakit. Seseorang yang menderita obesitas atau memiliki bobot lebih dikatakan termasuk dalam kelompok ini.

tidak disarankan konsumsi alpukat.

Sebab itu, buah tersebut sangat tinggi kadar lemaknya. Mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang sulit dikontrol.

4. Orang dengan kolesterol

Tentu saja alpukat dapat membantu menurunkan kolesterol, tetapi hanya berlaku bagi mereka dengan kadar kolesterol tinggi. Di sisi lain, konsumsi buah ini sebaiknya dihindari oleh individu yang memiliki level kolesterol rendah dalam jumlah besar karena mungkin tidak dianjurkan.

Ini terjadi karena alpukat mengandung beta sitosterol yang dapat menyerap kolesterol yang diperlukan oleh tubuh. Oleh sebab itu, untuk individu dengan tingkat kolesterol sangat rendah, hal tersebut bisa menjadi bahaya. Apabila dimakan secara rutin, alpokat bisa menyebabkan penyerapan berlebihan dari HDL atau kolesterol baik pada mereka yang memiliki kadar kolesterol sangat rendah.

5. Seseorang yang memiliki gangguan pada ginjal

Menurut sumber Healthline, alpukat memiliki kadar potasium yang relatif tinggi, yang dapat memperbesar kemungkinan munculnya gangguan pada organ ginjal apabila dimakan secara berlebihan. Sebagai contoh, sebuah alpukat biasa mengandalkan sekitar 690 miligram potasium.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Daikin 2025: Lulusan Baru Bisa Lamar

Konsentrasi kalium yang terlalu tinggi dapat mengganggu fungsi ginjal. Namun, pada individu tanpa kondisi medis ginjal tertentu, situasi tersebut biasanya bukanlah suatu permasalahan.

Akan tetapi, untuk individu dengan kondisi gangguan pada ginjal, beban kerja organ tersebut semakin berat. Selain kadar potassium-nya yang cukup tinggi, konsentrasinya dari unsur kalium juga mencapai level tertinggi.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.