400 WNI Korban Penipuan Online di Myanmar Dipulangkan, Kritik Mengejutkan Terhadap Kegagalan Perlindungan Pemerintah

by -107 views
by
400 WNI Korban Penipuan Online di Myanmar Dipulangkan, Kritik Mengejutkan Terhadap Kegagalan Perlindungan Pemerintah





,


Jakarta


– Koordinator Advokasi Serikat Buruh
Migran
Indonesia (SBMI) Kepulangan 400 Warga Negara Indonesia oleh Yunita Rohani
WNI
Yang tercatat sebagai korban penipuan daring atau skimming online di Myawaddy, Myanmar, menunjukkan ketidakmampuan pemerintah untuk membela rakyatnya. Menurut Yunita, pihak berwenang tidak berhasil menghentikan Warga Negara Indonesia (WNI) agar tak jadi mangsa perdagangan manusia menuju Myanmar. Ironisnya, jenis kriminalitas tersebut masih sering terjadi tiap tahunnya.

“Kegagalan repatriasi kali ini mencerminkan ketidakmampuan pemerintah untuk mencegah serta melindungi warga negara Indonesia dari pelanggaran perdagangan manusia di Myanmar yang berulang setiap tahun,” ungkap Yunita pada pernyataan resmi, Senin, 17 Maret 2025.

Yunita mengatakan, para korban dipaksa bekerja di pusat penipuan Myawaddy di Myanmar yang merupakan bagian dari jaringan sindikat kriminal Asia Tenggara. Sindikat itu memperdagangkan ratusan ribu orang untuk menghasilkan keuntungan secara ilegal.

Dari tahun 2022 hingga Februari 2025, SBMI sudah menerima dan menangani total 174 laporan tentang warga negara Indonesia yang menjadi korban penipuan daring di Myanmar. Selain itu, SBMI juga bekerja sama dengan keluarga-keluarga dari para korban untuk mendukung advokasi mereka agar dapat mendorong pihak berwenang bertindak lebih sigap dalam penyelamatan serta pengembalian para korban tersebut. Mereka juga fokus pada upaya perbaikan sistem preventif di tanah air.

Baca Juga:  Arus Mudik: Tradisi, Tantangan, Dan Solusi Di Era Modern

Menurut Yunita, SBMI menyebutkan bahwa mayoritas korban dijebloskan dengan cara penawaran pekerjaan palsu. Setelah itu, mereka dikunci dan diperintah untuk beroperasi dalam situasi sangat buruk serta tak layak bagi manusia. “Selain itu, mereka menderita siksaan baik secara jasmani maupun rohani apabila gagal mengeksekusi sasaran kriminal keuangan yang telah ditentukan oleh geng tersebut,” imbuhnya.

Yunita juga menekankan agar pihak berwenang segera bertindak guna menyelamatkan serta membawa pulang para korban lainnya yang masih terdampar di Myanmar. Pemerintah perlu meningkatkan upaya evakuasi dengan cara yang lebih aman bagi mereka yang terkena dampak.

Di samping itu, Yunita menyebutkan bahwa jumlah pelaku atau sindikat yang diadili secara hukum masih sedikit. SBMI menekankan kepada lembaga penegak hukum agar menyelidiki dengan teliti seluruh jaringan perdagangan manusia yang berhubungan dengan kasus tersebut, mencakupi perekrut, agen, serta mereka yang memperoleh manfaat dari eksploitasi para korban.

Berdasarkan insiden tersebut, Yunita menegaskan bahwa pemerintah perlu merilis kebijakan preventif, memperbaiki mekanisme dampak reduksi kerugian, serta meningkatkan pemantauan secara signifikan. Upaya ini melibatkan penegasan sinergi antara berbagai departemen pada skala Nasional maupun Lokal, pembuatan rancangan daerah rawan sebagai alat prediksi awal, dan penyempurnaan aturan tentang tenaga kerja internasional.

Baca Juga:  Pohon Tumbang Akibat Hujan dan Angin Kencang di Bekasi

Lalu perlu ada pengawasan dan diseminasi informasi kerja ke Thailand dan Myanmar di berbagai media sosial, serta memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam modus penipuan dan perdagangan orang ke luar negeri.

Sekitar 400 warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban penipuan daring atau online scams di Myawaddy, Myanmar, telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada hari Selasa, tanggal 18 Maret 2025. Mereka dievakuasi melalui penerbangan dari Bandara Don Mueang Bangkok sesudah menjalani serangkaian tes kesehatan serta tinjauan mekanisme rujukan nasional di Mae Sot, Thailand.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan bahwa pemerintahan Indonesia berkolaborasi dengan pihak Thailand serta China untuk membantu kembalikan warga negara Indonesia tersebut ke tanah air mereka. Dari jumlah keseluruhan yaitu 554 WNI yang direncakan pulangkan minggu ini, sekitar 400 individunya adalah bagian darinya.

“Total 554 orang WNI, dengan rincian 449 pria dan 105 wanita, sudah jadi korban penipuan daring berkelompok di daerah Myawaddy,” ungkap Budi Gunawan ketika menyelenggarakan jumpa pers di ruangan VVIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, hari Selasa, tanggal 18 Maret 2025.

Baca Juga:  FBI Bantu Cari Pesawat Malaysia Airlines Yang Hilang

Budi mengatakan bahwa para Warga Negara Indonesia tersebut berada dalam kondisi yang sangat sulit saat bekerja di kantor sindikat penipuan daring. Menurut Budi, jika mereka gagal mencapai sasarannya, maka merekalah akan menderita akibatnya, seperti ditampol atau diberi kejutan listrik.

“Diancam pula akan dicabut organ dalam tubuhnya apabila sasaran yang ditetapkan oleh kelompok sindikat ataupun geng tersebut tak dapat dipenuhi,” ungkap Budi Gunawan ketika menyampaikan keterangan kepada awak media di ruangan VVIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada hari Selasa, tanggal 18 Maret 2025.

Selanjutnya, Budi menyatakan bahwa paspor warga negara Indonesia tersebut juga dirampas oleh perusahaannya masing-masing. Tambahan pula, para individu tersebut dilarang untuk bertukar pesan, bahkan dengan anggota keluarganya sendiri.

Berdasarkan bukti dan sinyal yang dia peroleh, Budi yakin ada pula dugaan penculikan serta sindikat penipuan daring skala besar di balik kasus ini.


Savero Aristia Wienanto

berkontribusi dalam tulisan ini.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.