Airlangga Tolak Isu Penyebab IHSG Jatuh, Bicara Kepada Publik

by -102 views
by
Airlangga Tolak Isu Penyebab IHSG Jatuh, Bicara Kepada Publik





,


Jakarta


– Menteri Koordinator Ekonomi
Airlangga Hartarto
mengurangi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan atau
IHSG
kemarin karena beberapa masalah yang beredar di kalangan masyarakat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada hari Selasa, tanggal 18 Maret 2025, dengan keterpurukan mencapai 6,11% dan berakhir di posisi 6.076. Hal tersebut menimbulkan penghentian perdagangan secara sementara (trading halt) dari pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI), tepatnya pada jam 11:19:31 Waktu Jakart melalui Sistem Perdagangan Otomatis JATS. Penyusutan nilai IHSG kali ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi COVID-19. Sebagai perbandingan, bulan Januari tahun 2020 lalu, indeks saham telah jatuh sampai ke angka 6.300.

Airlangga mengira bahwa pasar saham tidak bakal berimbas secara besar-besaran lantaran perekonomian Indonesia didasari oleh fondasi yang solid. Baginya, banyak taktik serta emosi para pemodal sering kali belum tentu benar adanya.

Pertama-tentu dasar ekonomi kita sudah cukup kokoh,” ujar Airlangga setelah menghadiri rapat tertutup bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada tanggal 18 Maret 2025. Ia menambahkan bahwa sejumlah masalah yang dibahas ternyata tidak berdasarkan fakta dan perlu klarifikasi lebih lanjut.

Baca Juga:  170 Bangunan Ilegal di Bantaran Kalimalang Bekasi Dibongkar, Termasuk Warung Remang-Remang

Airlangga menyampaikan bahwa masyarakat sebaiknya tidak terlalu cemas tentang penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, kemerosotan nilai saham merupakan fenomena biasa yang dapat terjadi di hampir setiap negara. Dia bahkan menambahkan bahwa ada beberapa negeri lain yang juga sempat merasakan pengurangan serupa dalam durasi beberapa pekan.

“Mungkin kemarin dampaknya belum begitu kuat pada kita, hanya sekitar 1-2 hari,” katanya.

Anggota Partai Golkar tersebut menyampaikan bahwa tak ada instruksi spesifik dari Presiden Prabowo terkait penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Airlangga juga menyangkal kabar tentang niatnya untuk meninggalkan Kabinet Merah Putih. Dirinya memastikan masih berkomitmen pada pekerjaannya sebagaimana mestinya. Selain itu, ia pun membantah spekulasi yang menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani mungkin akan keluar dari jabatannya.

“Tidak terdapat skenario untuk mundur. Ibu Sri Mulyani, saya telah berkomunikasi dengan beliau tadi malam dan beliau pun tengah sibuk bekerja. Oleh karena itu, informasi tersebut adalah kabar palsu,” ujar Airlangga.

Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) diduga disebabkan oleh rumor tentang pengunduran dirinya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Menurut peneliti departemen ekonomi di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan, kabar tersebut memicu ketidakstabilan dalam pasar keuangan.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Ekonomi RI Melambung, Surplus Dagang Terus Selama 58 Bulan Berturut-turut

“Pasar menganggap hal tersebut cukup sederhana; sebaiknya isu ini tidak dibiarkan berlarut-larut agar tidak mencerminkan ataupun menyampaikan tanda-tanda ketidakjelasan,” kata Deni saat diwawancara oleh Tempo pada hari Senin, tanggal 17 Maret 2025.

Deni menyatakan bahwa kerancuan dalam isu tersebut malah bisa memicu ketidakpastian di pasaran. Para pelaku ekonomi kemungkinan besar akan bersikap untuk menunggu dan melihat momen yang tepat sebelum bertindak, yaitu dengan melakukan observasi terlebih dahulu.

Kontroversi mengenai pergantian menteri dalam kabinet pecah setelah artikel yang ditulis oleh pakar politik Kevin O’Rourke pada edisi Mingguan Reformasi Review tanggal 10 Maret 2025. Dalam tulisannya, Kevin menyatakan bahwa perombakan kabinet berpotensi terjadi sekitar tanggal 30 Maret 2025 atau sesudah hari raya Idul Fitri.

Kevin menyampaikan bahwa Sri Mulyani dan Airlangga Hartarto mungkin bakal mengundurkan diri. Penyimpulan pengunduran diri Sri Mulyani berdasarkan peningkatan otoritasnya yang mulai meredup. Menurut Kevin, Sri Mulyani diperkirakan akan digantikan oleh sepupu Prabowo, yaitu Thomas Djiwandono, sang wakil menteri keuangan. Di samping itu, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian, diprediksikan untuk melanjuti tugas Airlangga dalam jabatannya tersebut.

Baca Juga:  Daun Pecah Beling: Rahasia Kesehatan Tersembunyi Di Balik Bentuknya Yang Unik

Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian Partai Gerindra, membantah berita tentang rencana pengunduran diri Sri Mulyani usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada tanggal 12 Maret 2025 di Jakarta.

Dia menyebut pertemuan tersebut hanya sebagai acara buka puasa yang melibatkan diskusi tentang situasi ekonomi terkini di Indonesia. Ia juga telah memastikan kepada pihak berwenang bahwa tidak adarencana untuk perombakan kabinet dalam waktu dekat.

“Setelah melakukan kunjungan kerja ke Pasar Kramat Jati, Jakarta pada hari Jumat, 14 Maret 2025, Dasco menyatakan bahwa dia telah mengecek dengan pihak pemerintahan yang menginformasikan belum adanya rencana reshuffle. Selain itu, katanya lagi, dirinya pun belum sempat berkomunikasi langsung dengan Bu Sri Mulyani.” Dikutip dari Antara.


Dinda Shabrina serta Ervana Trikarinaputri

bersumbang dalam penyusunan artikel ini.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.